<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897</id><updated>2009-10-12T21:02:30.456-07:00</updated><title type='text'>AlamKesadaran</title><subtitle type='html'>Sakbeja-bejane wong kang lali, isih beja wong kang eling lan waspada.
(Ketika kesadaran menyergap hidup kita, seringkali dia membuat kita tergagap dan terperangah. Ternyata, selama ini kita lebih banyak dibuai mimpi. Persoalannya sekarang, bagaimana cara mewujudkan mimpi-mimpi itu? Biarkan kesadaran membimbing kita.)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-2218560720533913769</id><published>2008-11-30T09:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T10:14:03.568-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DonyaAkherat'/><title type='text'>Pulang ke Rumah</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/STLWQswH4vI/AAAAAAAAAHQ/OKicoPZa2Qg/s1600-h/565282.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 188px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/STLWQswH4vI/AAAAAAAAAHQ/OKicoPZa2Qg/s200/565282.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274513695983526642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rumah Masa Depan &lt;br /&gt;Bukan di Kuburan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;RHR Dodi Sarjana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jika ingin bersendiri tanpa bersepi&lt;br /&gt;Jika ingin hening di tengah bising yang mati&lt;br /&gt;Jika terus ingin lari lalu selalu rindu kembali&lt;br /&gt;Jika ingin tempat menetap tanpa tersekap&lt;br /&gt;jawablah:&lt;br /&gt;kepadamukah kumesti pergi?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEORANG penyair, yang mantan dosen Fakultas Satra Inggris UGM Yogyakarta, Landung R. Simatupang, memaknai hakikat rumah dengan goresan puisinya seperti dituliskannya di atas.&lt;br /&gt;Landung memang memberi judul pusinya dengan satu kata, Rumah. Namun Landung masih sangsi akan ketentraman yang ditawarkan rumah. Adakah tempat lain, selain rumah, yang bisa memberi silih atau obat ketika hati ini merana?&lt;br /&gt;Benarkah hanya rumah, satu-satunya tempat yang mampu memberikan kenyaman di kala hati gundah? Tentu jawaban yang muncul akan sangat debatable. Sangat bisa dibantah dan tergantung suasana hati masing-masing individu.&lt;br /&gt;Namun harus diakui, dari rumah lah, kerangka psikologis seseorang terbangun. Suasana rumah, kehidupan rumah, dan geliat hidup yang dijalin para orangtua menjadi dasar keceriaan atau keburaman kehidupan seseorang di masa depannya. &lt;br /&gt;Dari rumah lah, masing-masing individu mulai mengguratkan tapak kehidupannya. Dari rumah lah bangunan cita-cita hidup mulai ditata. Dari rumah lah, rumah masa depan mulai dirancang tata desainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kemanapun aku pergi bayang-bayangMu mengejar&lt;br /&gt;Bersembunyi dimanapun selalu Engkau temukan&lt;br /&gt;aku merasa letih dan ingin sendiri&lt;br /&gt;Kutanya pada siapa tak ada yg menjawab, &lt;br /&gt;sebab semua peristiwa ada di rongga dada&lt;br /&gt;Pergulatan yang panjang dalam kesunyian&lt;br /&gt;Aku mencari jawaban di laut&lt;br /&gt;Kuseret langkah menyusuri pantai&lt;br /&gt;Aku merasa mendengar suara&lt;br /&gt;Menutupi jalan, menghentikan petualangan&lt;br /&gt;Kemanapun aku pergi selalu kubawa-bawa &lt;br /&gt;perasaan yang bersalah datang menghantuiku&lt;br /&gt;Masih mungkinkah pintumu kubuka &lt;br /&gt;dengan kunci yang pernah kupatahkan&lt;br /&gt;Lihatlah…aku terkapar dan luka&lt;br /&gt;Dengarkanlah jeritan dari dalam jiwa&lt;br /&gt;Aku ingin pulang&lt;br /&gt;Aku harus pulang&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat lagunya, penyanyi Yogyakarta Ebiet G Ade, mendesahkan hatinya yang galau. Dia ingin dan harus pulang. Ke manakah harus pulang?&lt;br /&gt;Dengan rasa bersalah, karena (barangkali) gagal dalam menentukan langkah, sang tokoh dalam lagu Ebiet sangsi bisa pulang dan masuk rumahnya. &lt;br /&gt;Kesalahan yang dilakukan telah membuat kunci rumah (masa depannya) patah. Dosa yang dia rasakan membuatnya tak pantas masuk dalam dekapan Bapanya.&lt;br /&gt;Pulang ke rumah, berarti meninggalkan jasad wadag di dunia. Jasad yang dipenuhi belatung dosa, sudah tentu tak layak dibawa pulang ke rumah. Dia harus ditinggal dan menjadi residu bagi dunia.&lt;br /&gt;Namun masyaallah........ wadag kotor seperti yang saya punya ini ternyata juga tak layak diselimuti hangatnya tanah liat dunia.&lt;br /&gt;Lebih baik dia dibakar menjadi abu ketika suatu saat di dalamnya sudah tidak ada kehidupan lagi. Dan biarkan angin membawanya bertebaran ke semua penjuru.&lt;br /&gt;Dengan begitu anak-cucu keturunan tak perlu repot membersihkan makam. Cukuplah dikenang lewat doa saja. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(foto ilustrasi diambil dari situs di internet)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-2218560720533913769?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/2218560720533913769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=2218560720533913769&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/2218560720533913769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/2218560720533913769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2008/11/pulang-ke-rumah.html' title='Pulang ke Rumah'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/STLWQswH4vI/AAAAAAAAAHQ/OKicoPZa2Qg/s72-c/565282.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-7528089840152822683</id><published>2008-11-18T08:21:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T10:14:43.423-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GerunDelan'/><title type='text'>Cabul Temannya Porno</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SSLs_CA68-I/AAAAAAAAAHI/ArwuxvMR9XE/s1600-h/image%5B7%5D.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SSLs_CA68-I/AAAAAAAAAHI/ArwuxvMR9XE/s200/image%5B7%5D.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270035081593549794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mencabuli Dunia Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh: RHR Dodi Sarjana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Guru kencing berlari, murid kencing sambil menari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;COBALAH tengok Kamus Umum Bahasa Indonesia, susunan W.J.S. Poerwadarminta. Buka pada bagian huruf C, lalu cari kata-kata Cabul. Menurut kamus tersebut, Cabul artinya keji dan kotor (spt melanggar kesopanan); perbuatan yang buruk (melanggar kesusilaan); berbuat --, berbuat tidak senonoh (melanggar kesusilaan); gambar (bacaan) --, gambar (bacaan) yg melanggar kesusilaan; perempuan --, perempuan lacur:&lt;br /&gt;Selesai!? Sekarang giliran buka Kamus Inggris Indonesia bikinan John M. Echols dan Hassan Shadily. Pada huruf P, carilah kata-kata Pornography kb. 1. kecabulan. 2 porno, gambar/bacaan cabul.&lt;br /&gt;Dua kata tersebut, akhir-akhir ini begitu sering dipergunakan dalam kosa-kata di media. Tentu yang pertama menyangkut disahkannya RUU Antipornografi dan Pornoaksi. Dan yang kedua, ini sangat memprihatinkan kita, seringnya kedua kata tersebut muncul dalam pembicaraan, karena akhir-akhir ini ternyata lagi marak aksi porno dan pencabulan.&lt;br /&gt;Masyaallah! Aksi porno dan pencabulan yang tengah santer jadi pembicaraan orang beberapa hari terakhir ini, ternyata menyangkut sosok guru yang seharusnya digugu dan ditiru (dipatuhi dan dicontoh).&lt;br /&gt;Si guru Erwin Ronaldo, di Tapanuli Tengah Sumatera Utara (Sumut), melakukan dosanya di depan murid-muridnya. Entah setan apa yang sedang merasuki otak Erwin, dengan teganya memaksa dua siswinya melakukan oral seks, di depan kelas.&lt;br /&gt;Aksi guru sebuah sekolah di Riau, seolah melengkapi aksi buruk rekannya dari Sumut dalam mengikis nama baik guru di mata masyarakat kita. Bersama rekan-rekan "sepermainannya", dia melakukan aksi preman asmara terhadap pasangan muda-mudi yang tengah memadu kasih.&lt;br /&gt;Mereka mengintip pasangan yang sedang berpacaran, lalu mengintimidasinya, menelanjangi mereka dan akhirnya memeras meminta uang. Ancamannya, jika mereka tidak memberikan uang, maka foto bugil pasangan tersebut akan disebarluaskan.&lt;br /&gt;Duh...dunia nampaknya memang sedang dilanda sakit...!?&lt;br /&gt;Erwin yang seharusnya memberikan teladan baik kepada siswanya, justru memberikan contoh bejat. Lalu, apa jadinya dengan peribahasa "guru kencing berdiri, murid kencing berlari"? Akankah semakin terealisasi? Kita bisa membayangkan betapa mengerikann akibat buruknya nanti.&lt;br /&gt;Bayangan mengerikan akan kondisi bangsa ini pun makin mengental. Upaya pembatasan meluasnya aksi porno dengan menelorkan undang-undang antiporno sertinya hanya akan menembus ruang kosong belaka.&lt;br /&gt;Pencabulan dan porno yang kelahirannya seumur dengan keberadaan manusia di bumi ini, bak penyakit menular yang tak gampang dibasmi. Ibarat menangani penyakit, keberadaan undang- undang anticabul dan porno, hanyalah mengobati saja. Bukan melakukan pencegahan sejak dini.&lt;br /&gt;Memerangi pencabulan dan aksi porno akan sukses jika bertamengkan isu moral dan bersenjatakan budi pekerti. Dengan menanamkan budi pekerti sejak dini, baik lewat sekolah dasar maupun keluarga, penularan pencabulan dan porno aksi akan bisa dikikis.&lt;br /&gt;Dua perilaku oknum guru di atas, sudah cukup membuktikan dan memberi gambaran betapa bangsa ini tengah menghadapi krisis kehidupan. Jika relung pendidikan sudah tercemari virus seperti itu, bagaimana dengan output yang dihasilkannya?&lt;br /&gt;Sungguh kita membutuhkan guru yang bisa membimbing kita memahami secara utuh konteks kehidupan, baik lewat keberagaman kultur, etnis, dan agama. Kita merindukan sosok yang bisa merajut kembali nilai-nilai kesopanan dan budi pekerti yang berperikemanusiaan. &lt;br /&gt;Ayo guru bangsa yang berada di dunia pendidikan, guru bangsa yang ada di dunia politik, di pemerintahan, dan di mana saja, kamu bisa memberi contoh yang lebih baik. Yes...you can!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeling-eling:&lt;br /&gt;Cabul = Cacat Budi Luhur&lt;br /&gt;Porno = Pikiran Orang Norak&lt;br /&gt;(foto ilustrasi diambil dari situs di internet)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-7528089840152822683?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/7528089840152822683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=7528089840152822683&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/7528089840152822683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/7528089840152822683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2008/11/cabul-temannya-porno.html' title='Cabul Temannya Porno'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SSLs_CA68-I/AAAAAAAAAHI/ArwuxvMR9XE/s72-c/image%5B7%5D.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-7636972558464837199</id><published>2008-10-31T09:02:00.000-07:00</published><updated>2008-11-30T10:15:32.641-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DonyaAkherat'/><title type='text'>Memilih Cara Kematian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SQsv14rTIPI/AAAAAAAAAHA/4o2CcIcg0Tw/s1600-h/10673917.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SQsv14rTIPI/AAAAAAAAAHA/4o2CcIcg0Tw/s200/10673917.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263353192306122994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SQsvN9toTzI/AAAAAAAAAGw/TsHbfk35Oo4/s1600-h/AyamGantung.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SQsvN9toTzI/AAAAAAAAAGw/TsHbfk35Oo4/s200/AyamGantung.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263352506463309618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0023-orange.swf";obj.TimeZone="JOG";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Ajal yang Menakutkan   &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Oleh: RHR Dodi Sarjana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SEANDAINYA Anda menjadi terpidana mati... Besok Anda akan dieksekusi... Sebagai penghormatan terakhir atas "identitas" kemanusiaan Anda, Anda diberi kebebasan untuk memilih cara menempuh kematian tersebut. Cara apa kira-kira yang menjadi pilihan Anda?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGHADAPI ajal tentu bukanlah persoalan sepele dan ringan. Sebagai manusia yang masih suka bergulat dengan dunia keduniawiaan, manusia yang belum bisa melihat hakikat kehidupan, hakikat bahwa kita semua adalah pancaran sinar-Nya, berhadapan dengan kematian adalah menakutkan.&lt;br /&gt;Kalau ditanya kapan kamu mau mati? Sudah siapkah kamu menghadapi elmaut sang pencabut  nyawa? Tentu kita tidak akan pernah mengatakan siap! Hanya orang-orang tertentu saja yang dengan senyum keiklhasan menyatakan rela dijemput maut. Hanya orang-orang yang bisa merasakan hakikat keesaan Ilahi dalam dirinyalah yang dengan sukarela mau tereliminasi dan pergi ke alam kelanggengan (keabadian).&lt;br /&gt;Mati, sebenarnya bukanlah persoalan yang bisa diselesaikan oleh manusia. Namun karena ke- ndableg-an manusialah, mati bisa diubah menjadi bukan "takdir". Mati bisa ditentukan kapan saja waktunya lewat eksekusi mati.&lt;br /&gt;Sudah banyak warga kita yang kehilangan nyawa lewat eksekusi mati. Kasus dekat nan "besar" yang akan digelar adalah eksekusi terhadap tiga sekawan Amrozi, Imam Samudra, dan Muklas, pelaku Bom Bali I yang menewaskan banyak nyawa tak berdosa.&lt;br /&gt;Karena belum pernah merasakan perjalanan kematian, kalau diperbolehkan berargumen, barangkali saja kematian lewat jarum suntik (eutanasia) lebih tidak menyiksa dibandingkan eksekusi lewat cara lain. Terbayang proses pembiusan menjelang operasi. Setelah tertidur, barulah pesakitan disuntik racun. Beres. Hmmmm, apanya yang beres!!??&lt;br /&gt;Bandingkan dengan hukuman mati yang harus dijalani Socrates dengan cara menegak langsung racun. Kasusnya mirip orang bunuh diri, yang diwarnai rasa sakit tak karuan karena usus tercabik-cabik "kuku" racun. Wadooh, wadooh, korban terkadang muntah darah.&lt;br /&gt;Selama ini, yang umum dalam pelaksanaan hukuman mati ada tujuh (7) metode yang lazim ditempuh.&lt;br /&gt;1. TEMBAK MATI: Penganut metode ini adalah Indonesia, Taiwan, Somalia, dan Cina. Regu tembak sekitar 7 orang. Tidak semua senapan berisi peluru, hanya tiga saja, yang lainnya kosong. Pasukan tidak diberitahu senapan siapa yang terisi untuk mngurangi beban psikologis sang eksekutor. DOR!&lt;br /&gt;2. PANCUNG/PENGGAL: Pelaku metode ini negara Arab Saudi dan Irak. Konon cara ini juga tidak menimbulkan rasa sakit. Terpidana dipenggal lehernya dengan pedang atau memakai alat bantu khusus semacam guilotine. Guilotine banyak digunakan di Eropa dan negara-negara Islam sebelum abad ke-17. CRASS!&lt;br /&gt;3. GANTUNG: Sering dilakukan di Mesir, Singapura, Iran, Jepang, Yordania, Pakistan, Malaysia. Terpidana berdiri di atas lantai kayu yang berengsel dan bisa terbuka seperti jendela. Leher terpidana dikalungi tali melingkar, lalu blak....jendela lantai dibuka, sehingga terpidana meluncur ke bawah dan terjerat lehernya. KLEGG!&lt;br /&gt;4. SETRUM LISTRIK: Cara ini biasanya dilakukan oleh Amerika Serikat. Pesakitan didudukan di kursi, lalu tangan dan kakinya diikat, kepala diberi semacam helm. Penyetruman dilakukan bertahap; 4 menit pertama menggunakan tagangan 2.000 V, 7 menit berikutnya 1.000 V dan 2 menit terahir 208 V. Tak jarang terpidana menjadi gosong. JREEET!&lt;br /&gt;5. SUNTIK MATI: Penganut cara ini diantaranya adalah Amerika Serikat, Thailand, Cina, Guatemalia, dan lain-lain. Terpidana disuntik kombinasi 3 zat mematikan. Sodium thiopenthal, sejenis obat tidur agar narapidana menjadi tak sadar diri. Pancuronium bromida, melumpuhkan otot perut dan paru-paru. Terakhir Potasium klorida untuk menghentikan fungsi jantung. MAK LESS.&lt;br /&gt;6. RAJAM: Dilakukan oleh negara Afghanistan serta Irak. Terpidana disuruh berdiri di ujung suatu tempat lalu ditimpuki batu ramai-ramai. GEDEBUG GEDEBUG BUG!&lt;br /&gt;7. KAMAR GAS: Dilakukan oleh beberapa negara di Eropa, diantaranya Jerman. Terpidana dimasukan ke suatu ruangan yang kedap udara. Lalu ke ruangan tersebut dialirkan gas hydrocianic yang mampu menghentikan kerja darah memproses hemoglobin. Klenger. WEEEEZZZ!&lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak cara eksekusi yang bisa diusulkan lagi. Namun rasanya kok amat terlalu tidak berperikemanusiaan. Contohnya, terpidana ditenggelamkan saja di laut atau sungai, atau bisa juga kepalanya dibenamkan di bak mandi. BERRR KEJET-KEJET.&lt;br /&gt;Atau terpidana dibekap mulutnya pakai bantal. Murah khan!? Hiii ngawur.&lt;br /&gt;Ya Tuhan, ampunilah dosa hamba yang telah berani melampaui kewenangan-MU ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(foto ilustrasi diambil dari situs di internet)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-7636972558464837199?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/7636972558464837199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=7636972558464837199&amp;isPopup=true' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/7636972558464837199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/7636972558464837199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2008/10/memilih-cara-kematian.html' title='Memilih Cara Kematian'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SQsv14rTIPI/AAAAAAAAAHA/4o2CcIcg0Tw/s72-c/10673917.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-506765121703575219</id><published>2008-09-23T10:19:00.000-07:00</published><updated>2008-09-23T10:50:56.228-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GerunDelan'/><title type='text'>Iiiihh Porno ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SNkrLqv2QRI/AAAAAAAAAGo/OSRuDqhgPk8/s1600-h/BGRN765L.JPG"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SNkrLqv2QRI/AAAAAAAAAGo/OSRuDqhgPk8/s200/BGRN765L.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249274320130556178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jangan Pernah Menyusui dalam Angkot&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Oleh:&lt;br /&gt;RHR Dodi Sarjana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;KETIKA kita naik bus umum (zaman dulu) biasanya ada peringatan "Dilarang Mengeluarkan Anggota Badan". Maksudnya, saat bus berjalan jangan sampai kepala atau tangan penumpang terjulur keluar, bisa berabe. Kesenggol pohon di tepi jalan bisa mak...nyus. Untuk saat ini, peringatan itu bisa bermakna lain. Ibu-ibu yang membawa bayi dilarang menyusui di kendaraan umum. Anggota badannya yang dikeluarkan bisa disemprit UU Pornografi....he he he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;DPR RI akhirnya menunda pengesahan RUU Pornografi pada 23 September 2008. Masih banyak hal yang perlu dibenahi dari RUU tersebut sebelum akhirnya harus diketok palu untuk dipakai sebagai pedoman hidup bermoral di tanah air.&lt;br /&gt;Silang sengkarut soal pornografi dan pornoaksi ini telah menghangat sejak masih dalam tataran wacana, perumusan RUU (Rancangan Undang-undang) hingga aksi sosialisasi. Bahkan sampai saat ini, persoalan tersebut sebenarnya juga belum jelas alurnya. Jangankan soal kesepahaman materi undang-undangnya, soal batasan-batasan pengertian pornografi dan pornoaksi saja juga belum ada kata sepakat.&lt;br /&gt;Masih terjadi tarik ulur soal terminologi ranah pornografi dan pornoaksi. Belum ada kesamaan visi antar satu manusia dengan manusia lainnya, antara budaya satu dengan budaya lainya dan antar satu daerah dengan daerah lainnya.&lt;br /&gt;Belum adanya kesamaan pandangan, membuat pengertian pornoaksi dan pornografi yang diundang-undangkan menjadi sangat subjektif. Makna porno yang muncul menjadi bukan pengertian secara universal, namun pengertian orang per orang dan kelompok. Ujung-ujungnya, baik makna konotatif maupun denotatif porno menjadi bias.&lt;br /&gt;Celakanya lagi, dalam beberapa kasus, pro kontra tentang persoalan ini mulai membelok kepada hal-hal yang agak sensitif. Ada pihak yang entah karena sengaja atau karena ketidakahuanya, mencoba-coba membalut persoalan dalam nuansa keagamaan. Padahal maksud dari RUU Antipornografi dan Pornoaksi adalah bukan untuk mengatur agama, melainkan budaya dan perilaku.&lt;br /&gt;Berbicara tentang segala hal yang berkaitan dengan porno, tidaklah akan ada habisnya dan barangkali sulit untuk memberantasnya secara tuntas. Bukan bermaksud pesimistis, namun aksi porno yang ada sejak peradaban manusia lahir, seolah sudah menjadi perilaku yang mengakar.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, tidak salah jika ada satu pendapat yang menyatakan bahwa yang kita butuhkan sekarang sebenarnya adalah penguatan moral. Bukannya aturan hukum baru yang belum tentu akan terpakai.&lt;br /&gt;Sebagai negara yang multikultural, tentu nantinya akan dibutuhkan banyak pasal yang mengatur penerapan atau aplikasi dari RUU Antipornografi dan Pornoaksi ini. Asumsinya, apa yang diangap porno di suatu daerah, belum tentu juga berarti porno di daerah lain. Apalagi jika hal itu menyangkut budaya masing-masing daerah, tentunya akan membuat banyak catatan kaki dalam RUU tersebut.&lt;br /&gt;Di Bali, wanita "mempertontonkan" payudaranya saat pergi ke sawah, barangkali merupakan hal yang lumrah. Demikian pula di kawasan pedesaan, kaum wanitanya mandi telanjang dengan memamerkan putingnya, juga merupakan hal yang wajar-wajar saja. Anehnya, ketika hal itu menjadi buku terbuka, jarang kita dengar kasus perkosaan terjadi di sana.&lt;br /&gt;Sementara kalau kita mau jujur, melihat draft RUU yang sudah mulai digulirkan tahun 1999, namun tidak pernah selesai-selesai ini, menunjukkan ada masalah di sana.&lt;br /&gt;Masalahnya apa saja? Sejak awal, persoalan ini dikawatirkan bisa memicu perpecahan bangsa. Belum adanya kesamaan pengertian pornografi -- jika undang-undang ini dipaksakan -- akan bisa mencederai psikologis masyarakat yang plural.&lt;br /&gt;Masalah yang lain lagi, substansi dari undang-undang ini terlalu banyak merugikan kaum wanita. Menurut Jurnal Perempuan, RUU Antipornografi dan Pornoaksi yang sedang menanti giliran untuk disahkan tidak mengindahkan aspek-aspek keadilan bagi perempuan.&lt;br /&gt;RUU Pornografi dan Pornoaksi dipandang justru melegalkan tindakan pelecehan seksual terhadap perempuan. Perempuan dalam RUU menjadi obyek yang harus diatur, karena dengan keberadaannya lah maka kehidupan ini dianggap diwarnai dengan tindakan pornografi dan pornoaksi.&lt;br /&gt;Dengan demikian, untuk melihat soal pornografi maupun pornoaksi diperlukan sikap yang arif serta sikap kenegarawanan. Gunakan akal dan hati untuk melakukan pencegahan atau menghentikan mengkonsumsi pornografi. Karena esensi manusia yang sebenarnya adalah memang pada akal dan budinya, bukan kemolekan tubuhnya. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ctt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon dicermati berita yang dilansir detikcom ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Ancaman bagi Pasutri Simpan Blue Film&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Salah satu yang dikhawatirkan oleh kubu penolak RUU Pornografi adalah: apakah pasutri yang menyimpan blue film akan terkena ranjau RUU Pornografi? Hal ini rupanya masih diperdebatkan anggota Panitia Kerja (Panja) RUU tersebut.&lt;br /&gt;"Memang intervensi negara terlalu jauh karena terlalu masuk ke pribadi. Tapi ini masih dalam perdebatan," ujar anggota Panja RUU Pornografi Badriah Fayumi kepada detikcom, Selasa (23/9/2008).&lt;br /&gt;Selain menyimpan blue film, menurut Badriah, salah satu contoh yang dilarang dalam RUU Pornografi yakni membuat pertunjukan yang mengesankan pornografi seperti iklan berbau seks, menampilkan persenggamaan, alat kelamin, persetubuhan yang melibatkan anak, dan telanjang bulat yang cabul.&lt;br /&gt;"Kalau orang berangkulan dan berciuman itu biasa," katanya.&lt;br /&gt;Menurut politisi PKB ini, RUU Pornografi lebih menekankan produksi, distribusi, konsumsi dan jasa pornografi. RUU tidak dimaksudkan sama sekali untuk memberangus kreativitas budaya lokal di Indonesia.&lt;br /&gt;"Penerbitan baik yang ada SIUP-nya atau tidak serta penayangan baik melalui televisi, televisi kabel atau radio, yang berbau pornografi, itu yang dilarang. Urusan budaya sama sekali tidak ada eksploitasi," terang Badriah.&lt;br /&gt;Rencananya, setelah tertunda disahkan pada 23 September, RUU akan disahkan pada Oktober 2008. "Itu nanti dibahas lagi. Yang terpenting bukan waktunya, tapi materinya," pungkasnya.&lt;br /&gt;(nik/nrl)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-506765121703575219?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/506765121703575219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=506765121703575219&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/506765121703575219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/506765121703575219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2008/09/iiiihh-porno-deh.html' title='Iiiihh Porno ...'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SNkrLqv2QRI/AAAAAAAAAGo/OSRuDqhgPk8/s72-c/BGRN765L.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-1907216193928978879</id><published>2008-09-12T22:12:00.000-07:00</published><updated>2008-09-12T22:26:04.173-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GerunDelan'/><title type='text'>Politik Beras</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tong Kosong Nyaring Bunyinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Padi Kosong Ramai Isunya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;RHR Dodi Sarjana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;PADI merunduk tandanya berisi. Namun jika sudah merunduk tak jua berisi, itu namanya super kopong. Ohh...nasibmu padi Super Toy HL2.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SMtNpuTuRTI/AAAAAAAAAGA/PYdqkCXXdv0/s1600-h/UNTITLED.BMP"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245371570203804978" style="CURSOR: hand" height="135" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SMtNpuTuRTI/AAAAAAAAAGA/PYdqkCXXdv0/s200/UNTITLED.BMP" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PENEMUAN padi Super Toy HL2, menjadi riak gelombang dalam perjalanan kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama menjadi presiden ke-6 Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Seakan melengkapi kesialan SBY dengan Blue Energy-nya, Super Toy HL2 benar-benar super toy (baca: super mainan) bagi lawan politik SBY untuk memain-mainkan branding (figur) SBY menjelang Pemilu 2009.&lt;br /&gt;Lawan politik presiden yang lemah lembut ini, sontak berebutan menorehkan tinta hitam tebal dalam agenda kerja harian mereka: SBY MUDAH DITIPU DAN GAGAL MENGENTAS KESENGSARAAN RAKYAT.&lt;br /&gt;Kali pertama, "aksi' peduli kebutuhan rakyat SBY terantuk batu besar ketika dia dengan semangat merespon penemuan Blue Energy, bahan bakar berbasis air. Penemuan itu tak terbukti kebenarannya, bahkan berbau penipuan.&lt;br /&gt;Kali kedua, presiden yang juga pencipta lagu ini direpotkan oleh temuan padi Super Toy, yang konon kabarnya produksinya mampu digenjot secara besar-besaran. Namun sayangnya, keampuhan padi tersebut tidak terbukti. Bahkan, padi Super Toy yang sempat dipanen Presiden 17 April 2008, memicu kemarahan petani karena pada panen kedua isinya kopong.&lt;br /&gt;Jangan main-main dengan padi atau beras. Benda atau sebut saja barang yang satu ini cukup angker. Urusannya sangat erat terkait dengan urusan perut. Ketika perut lapar, kosong, dan tak ada lagi yang bisa dimakan, bisa menyulut aksi anarkis seseorang atau sekolompok orang.&lt;br /&gt;Beruntung jika gara-gara perut kosong hanya berdemo saja. Bagaimana jika terjadi aksi brutal yang lebih mengerikan?&lt;br /&gt;Dalam guliran roda sejarah kehidupan, persoalan pangan, tercatat seringkali menyebabkan tampuk pimpinan jebol. Longsor digerus rakyat yang gelap mata, gelap hati, dan gelap masa depan. Dalam sejarah nusantara, pada abad ke-16-18, kerajaan Mataram pernah mengalami pasang surut gara-gara kelangkaan pangan. Pada saat itu, penguasa sebenarnya sudah sadar betul untuk memanfaatkan beras sebagai komoditas politik.&lt;br /&gt;Para raja yang berkuasa menyadari beras merupakan simbol stabilitas ekonomi dan politik. Jika terjadi masalah dengan produksi beras, pasti ada pula masalah dengan kekuasaan. Sebaliknya, kerajaan dan raja akan diagung-agungkan bila masalah beras bisa dikendalikan. Sayang, Mataram akhirnya gagal mengelola urusan beras. Tamatlah riwayatnya.&lt;br /&gt;Di awal kelahiran Indonesia, politik beras juga berperan kuat. Presiden Soekarno yang banyak memotret penderitaan masyarakat, berani menyatakan menolak impor beras. Indonesia yang gemah ripah loh jinawi, subur tentrem kertorahajo (melimpah kekayaan alamnya dan subur serta aman tentram), bisa mencukupi pangan sendiri.&lt;br /&gt;Momen yang sangat penting dalam kisah Presiden pertama RI ini, saat pertemuannya dengan petani bernama Kang Marhaen di Bandung selatan. Pertemuan itu makin menunjukkan keberpihakan Soekarno pada rakyat kecil. Nama Marhaen sendiri akhirnya dipakai oleh Soekarno untuk mencirikan petani Indonesia yang miskin tanpa tanah. Sayang, upaya pemerintah untuk mencukupi kebutuhan sendiri, kala itu, masih banyak retorikanya. Aplikasinya masih kurang.&lt;br /&gt;Sementara sejarah juga mencatat, Presiden kedua Soeharto akhirnya jatuh, saat harga beras melambung di tahun 1998. Lengkaplah sudah. Keangkeran beras menjadi semakin terkukuhkan. Keberadaannya mampu menentukan berlanjut tidaknya laju kepemimpinan seseorang.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;SAMPAI saat ini, beras masih menjadi sarana ampuh untuk menarik simpati rakyat. Jauh sebelum SBY memanen padi Super Toy, oposisi pemerintah, PDI Perjuangan sudah lebih dulu mengembangkan jenis padi Mari Sejaheterakan Petani (MSP).&lt;br /&gt;Saat Megawati (yang mantan Presiden dan putri Presiden Soekarno) mengkampanyekan PDIP, dibarengi dengan acara menanen beras MSP. Banyak warga yang hadir kemudian mengubah arti dari beras MSP ini dengan kepanjangan dari Megawati Soekarnoputri.&lt;br /&gt;Jenis padi yang pertama kali ditemukan oleh warga Bogor bernama Surono Sunu ini, diyakini memiliki kelebihan dibanding varitas lain yang saat ini banyak ditanam petani. Padi jenis MSP, katanya, bulirnya lebih banyak dan nasinya lebih gurih. Hingga kini, belum ada petani yang mengeluhkan jenis padi ini.&lt;br /&gt;Sebenarnya, lampu merah pengadaan beras, sudah lama menimpa tanah air kita. Gara-gara stok nasional semakin menipis, harga beras hampir di seluruh wilayah Indonesia seringkali mengalamai kenaikan yang cukup drastis.&lt;br /&gt;Mencoba menelisik kelangkaan dan kenaikan harga beras, merupakan akumulasi kenaikan harga beras selama beberapa tahun terakhir. Dan ini, adalah buah simalakama politik beras. Impor beras diprotes, tidak impor harga naik, rakyat miskin pun bertambah.&lt;br /&gt;Dalam beberapa kasus, impor beras sebenarnya adalah hal yang amat biasa. Jika stok yang dikuasai pemerintah menipis, harus impor untuk operasi pasar. Jika tidak, rakyat akan kelaparan. Tetapi, setiap kali pemerintah berniat mengimpor beras, selalu ada protes, bahkan DPR sempat hendak menggunakan hak angket dan hak interpelasi. Dalam hal ini, beras lalu bukan hanya jadi komoditas ekonomi, melainkan juga komoditas politik.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, tidak terlalu aneh jika selama ini tak pernah ada pihak yang mempermasalahkan kemungkinan terjadinya korupsi dalam pengadaan beras. Seringkali aparat keamanan dan bea cukai telah menemukan bukti-bukti penyimpangan. Beberapa kapal tertangkap tangan membawa beras dari Thailand dan Vietnam, tanpa dokumen lengkap. Namun karena beras merupakan komoditas politik, maka penolakan impor selalu dikaitkan dengan nasib petani. Bukan dugaan adanya korupsi.&lt;br /&gt;Selama ini pola pikir kita soal pangan memang masih subsisten. Artinya, menanam padi secara tradisional, untuk kepentingan keluarga sendiri. Untung atau rugi tidak masalah. Sistem pertanian modern, berupa lembaga petani, lembaga penyimpan data, lembaga pemberi kredit, dan lembaga asuransi, tidak pernah terbangun di Indonesia.&lt;br /&gt;Menurut pengamat sosial-politik sekaligus penyair, F Rahardi, pola pikir itu mendasari pemikiran pemerintah dan para polisitisi kita. Mereka berpolitik dan memerintah negeri secara tradisional, untuk kepentingan "keluarga sendiri". Ketika Megawati menjadi presiden, para politisi Golkar paling sering berkomentar tentang kebijakan beras nasional. Belakangan, politisi PDI-P lebih gencar menentang impor beras. Itulah politik subsisten.&lt;br /&gt;Ah......sudahlah. Mari kita putihkan saja persolan itu. Lebih baik mari kita pikirkan soal beras, soal pangan ini secara bersama-sama. Kalau perut tetap kosong keroncongan, kita tidak akan bisa memikirkan hal yang lebih besar lagi. Dunia makin mengglobal, modern, dan maju, kita jangan sampai tergilas olehnya.&lt;br /&gt;Kenyangkan perut, pikirkan kehidupan lebih baik dan kembangkan teknologi.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan&lt;br /&gt;* Konon kabarnya, Super Toy HL2 adalah singkatan penemu padi, yakni Supriyadi Toyong. Lha HL2-nya apa? Itu nama Heru Lelono, staf ahli Presiden SBY yang mentenarkan Blue Energy dan Super Toy HL2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-1907216193928978879?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/1907216193928978879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=1907216193928978879&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/1907216193928978879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/1907216193928978879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2008/09/politik-beras.html' title='Politik Beras'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SMtNpuTuRTI/AAAAAAAAAGA/PYdqkCXXdv0/s72-c/UNTITLED.BMP' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-4904348616111403062</id><published>2008-09-04T21:34:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T02:11:55.430-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GerunDelan'/><title type='text'>Ribut Benjut, Kalah Menang tetep Senang</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SMC8GN7XCnI/AAAAAAAAAFw/wojG1QLEOu8/s1600-h/index.3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242396781263129202" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 152px; CURSOR: hand; HEIGHT: 110px" height="128" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SMC8GN7XCnI/AAAAAAAAAFw/wojG1QLEOu8/s200/index.3.jpg" width="166" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Indahnya Coblosan di Bulan Puasa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh:&lt;br /&gt;RHR Dodi Sarjana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Damaiku, Damaimu. Damai di aku semoga juga menular damai di dirimu. Damai di dunia, pasti juga akan damai di akherat.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARHABAN, ya Ramadhan. Bulan suci Ramadhan telah beberapa hari kita lalui bersama. Umat Islam di seluruh dunia, selama satu bulan penuh melakukan kegiatan ibadah yang amat mulia untuk memerangi segala perbuatan mungkar dan maksiat.&lt;br /&gt;Di bulan ini, kita wajib menahan dan mengendalikan diri secara lahir dan batin. Secara lahiriah, kita harus menahan diri dengan tidak makan, tidak minum, dan berhubungan badan di siang hari. Karena itu, substansi ibadah puasa di bulan Ramadhan biasanya sering disebut sebagai pengendalian diri.&lt;br /&gt;Puasa atau Ramadhan, di tanah air kita, selalu ditandai dengan sikap antusiasme dan sukacita masyarakat. Di negara kita dan juga negara-negara lain, puasa tidak hanya sebatas dijalani sebagai hari penyucian kembali, namun juga proses hidup baru.&lt;br /&gt;Di beberapa wilayah di tanah air, bulan puasa juga membawa berkah yang lain. Di sepanjang bulan suci ini, di beberapa daerah bakal dan sedang menggelar acara demokrasi paling akbar. Warga di beberapa daerah sedang dan bakal memilih pemimpin baru mereka.&lt;br /&gt;Dengan pemimpin baru nanti, siapa pun mereka yang terpilih (entah tokoh lama atau benar-benar baru), hidup baru juga akan dijalani warga yang sedang meretas proses demokrasi. Dengan pemimpin baru, tentu harapan kehidupan baru juga membersit di benak semua orang.&lt;br /&gt;Di Sumatera Selatan, pertarungan untuk merebut kursi bermahkota tengah diperebutkan antara SOHE (Sjahrial Oesman-Helmy Yahya) melawan ALDY (Alex Noerdin-Eddy Yusuf). Ketenaran Helmy Yahya yang sering nongol di layar televisi dan branding-nya sebagai tokoh peduli orang susah (dalam acaranya bagi-bagi rezeki di tv) akan ditunggu tuahnya.&lt;br /&gt;Di Lampung, saat ini juga tengah digelar pertarungan calon Gubernur. Ada tujuh pasangan yang sedang berpeluh dan berdaki untuk memperebutkan tempat terhormat di sana. Tidak ketinggalan pula di Bumi Lancang Kuning, Riau, juga tengah terjadi pergulatan calon Gubernur oleh tiga pasang "kekasih".&lt;br /&gt;Untuk ranah Melayu, Riau, yang akan menggelar Pilkada 22 September 2008 nanti, kita semua berharap, pemimpin Riau di masa mendatang mampu memberikan kehidupan baru yang lebih nyaman dan aman. Jika ada kekurangan selama ini yang dirasakan masyarakat, diharapan nantinya semuanya bisa tertutupi dengan indah.&lt;br /&gt;Saat-saat puasa tentu mengandung banyak jejak dan makna, baik dari sudut pandang spiritual maupun sosiokultural. Kita semua berharap dan berdoa, semoga pemilihan pemimpin di bulan suci ini, kelak juga mampu menciptakan suasana kehidupan yang penuh dengan rasa solidaritas sosial.&lt;br /&gt;Ramadhan sebagai bulan suci mendaraskan ajaran kepada kita semua untuk menahan diri dari meluapnya rasa kebencian, kedengkian, pertikaian antarsesama manusia. Visi perdamaian dalam Ramadhan menuntut kita untuk menghindari sikap permusuhan di antara sesama manusia. Karena itulah, tepat jika ketiga calon pasangan pemimpin Riau, Kamis (4/9) sore kemarin, berikrar untuk melakukan kampanye damai.&lt;br /&gt;Pasangan CS (Chaidir-Suryadi), RZ-MM (Rusli Zainal-Mambang Mit), dan Tampan (Thamsir Rahman- Taufan Andoso) sepakat melaksanakan kampanye sejuk, aman, damai, sopan, tertib, edukatif dan mengendalikan pendukungnya agar tidak anarkis.&lt;br /&gt;Mereka juga bertekad mewujudkan pemilihan dengan asas langsung, umum, rahasia, jujur, adil, damai, dan demokratis, selain juga berjanji untuk bersikap kasatria menerima kekelahan.&lt;br /&gt;Memang pesan substansial dalam ajaran Ramadhan adalah menciptakan perdamaian sejati, bukannya memperbanyak perselisihan, dan pertikaian. Perdamaian sejati harus menjadi paradigma fundamental dalam pergaulan antarsesama umat manusia meski berbeda kelompok, organisasi, suku, bangsa, dan agama.&lt;br /&gt;Perdamaian merupakan cita-cita bersama umat manusia. Tidak hanya dalam masa kampanye Pilkada saja, namun cita-cita itu tetap harus digelar terus sepanjang kehidupan di tanah Riau ini. Dan cita-cita itu dapat terwujud jika umat manusia memiliki kesadaran tentang toleransi dan adanya keadilan (kesetaraan) dalam kehidupan sosial.&lt;br /&gt;Di bulan suci Ramadhan ini, kita semua dituntut untuk selalu memaknai perdamaian dalam konteksnya yang paling aktual agar tidak sekadar menjadi perilaku simbolik, tetapi benar-benar substansial, yaitu untuk ibadah dan kedamaian.&lt;br /&gt;Dengan melakukan kampanye damai di bulan puasa, kita diharapkan mampu melihat dan mampu menggerakkan seluruh potensi warga menuju Riau baru, dengan tatanan masyarakat madani yang etis, demokratis, egaliterian, dan sesuai kehendak Ilahi yang harmonis.&lt;br /&gt;Karenanya, mari kita jadikan bulan Ramadhan kali ini sebagai momentum untuk bebenah diri, introspeksi, cooling down, kontemplasi, dan merefleksi diri, baik sebagai individu yang lemah di hadapan Tuhan maupun sebagai rakyat yang sedang bertaruh demi masa depannya ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SMD1tdL2lMI/AAAAAAAAAF4/xZj0MQnSECs/s1600-h/20080904Vlad_Penandatangan_Dekralasi_Damai+(6).JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242460127536518338" style="WIDTH: 345px; CURSOR: hand; HEIGHT: 195px" height="134" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SMD1tdL2lMI/AAAAAAAAAF4/xZj0MQnSECs/s200/20080904Vlad_Penandatangan_Dekralasi_Damai+(6).JPG" width="322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; INDAHNYA KALAU BERDAMAI - Para calon Gubernur Riau dan wakilnya (ki-ka:CS, RZ-MM, TAMPAN), sedang berikrar damai dan siap menerima kekelahan secara ksatria. Duuh....betapa indahnya dunia jika jalinan kebangsaan dilandasi sikap legawa seperti ini. Jangan ada dendam di hatimu ya! FOTO: Dody Vladimir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-4904348616111403062?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/4904348616111403062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=4904348616111403062&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/4904348616111403062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/4904348616111403062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2008/09/ribut-benjut-kalah-menang-tetep-damai.html' title='Ribut Benjut, Kalah Menang tetep Senang'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SMC8GN7XCnI/AAAAAAAAAFw/wojG1QLEOu8/s72-c/index.3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-3744796330832352094</id><published>2008-08-21T20:44:00.000-07:00</published><updated>2008-08-22T04:17:27.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GerunDelan'/><title type='text'>Menjual Diri</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SK6e7-Q8mdI/AAAAAAAAAFo/FjpenVBYxuw/s1600-h/Romo_Dodi_Cover1[1].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237298169842014674" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 125px; CURSOR: hand; HEIGHT: 165px" height="173" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SK6e7-Q8mdI/AAAAAAAAAFo/FjpenVBYxuw/s200/Romo_Dodi_Cover1%5B1%5D.jpg" width="118" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:78%;"&gt;thx to romo putra dion atas kiriman fotonya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SBY Beriklan, Semua Beriklan, Kita Bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh:&lt;br /&gt;RHR Dodi Sarjana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;YOU are what your dress. "Pakaian" pada hakikatnya membungkus watak seseorang. Dan kemasan pada ghalibnya menyiratkan kualitas produk yang dikandungnya.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;PERSOALAN kemas-mengemas diri, akhir-akhir ini tidak hanya menjadi monopoli dunia bisnis saja. Kegiatan yang biasanya dilakukan para pengusaha itu, kini juga menjadi tren di kalangan pejabat, politisi, tokoh, dan orang awam yang ingin menjadi tokoh. Semua pasti mahfum, bahwa itu semua gara-gara, saat ini, mendekati masa-masa unjuk diri menjelang Pemilu 2009.&lt;br /&gt;Tidak hanya yang akan mencalonkan diri jadi presiden yang "beredar" di relung-relung hati masyarakat Indonesia, yang berkehendak menjadi calon legislatif (caleg) pun juga berbondong- bondong mempercantik penampilan agar pas dan pantes di hadapan rakyat yang akan diwakilinya.&lt;br /&gt;Jika sang pengusaha atau produsen mempercantik produk barunya dengan kemasan yang aduhai agar eye chatcing dan bisa bersaing dengan produk lama yang terlanjur dikenal konsumen, maka yang akan mencalonkan menjadi pemimpin dan politisi pun juga perlu berbenah diri. Lahir-batin.&lt;br /&gt;Genderang masa kampanye belum terdengar ditabuh, bendera start pun belum dikibaskan, namun masa kampanye sepertinya sudah memasuki saat-saat pemanasan. Tidak hanya di media out door (baliho, spanduk, umbul-umbul dan lain sebagainya), di media cetak dan elektronik, partai peserta pemilu, para caleg dan tokoh calon presiden sering menampakan batang hidungnya.&lt;br /&gt;Perang promosi jati diri sedang gencar dilakukan. Dalam tayangan televisi, tokoh-tokoh seperti Sutrisno Bachir, Prabowo Subianto, Rizal Malarangreng, Sutiyoso dan tokoh-tokoh lainnya rajin mengunjungi pemirsa.&lt;br /&gt;Sapaan bertema persahabatan, persatuan dan menjaga sikap nasionalisme selalu mereka dengungkan. Tak jarang tayangan mereka seolah tampilan kisah film yang menyaingi kisah-kisah sinetron di televisi.&lt;br /&gt;Bagi mereka, gencarnya promosi diri merupakan hal yang wajar dan sah-sah saja. Karena sepanjang usia republik ini, kiprah mereka belum melekat benar di pelupuk mata bangsa kita. Barangkali hanya sebagian kecil dari rakyat Indonesia yang mengenal mereka. Karenanya secara "sadar" mereka harus berani tampil bak artis film atau sinetron yang rajin mengunjungi penggemarnya.&lt;br /&gt;Dalam tampilan mereka, para tokoh tersebut tampak berusaha keras untuk mencitrakan diri sebagai orang yang peduli akan nasib orang kecil. Nasib warga kebanyakan yang ada di bumi pertiwi ini.&lt;br /&gt;Selama ini, sikap mereka yang peduli akan kehidupan rakyat cilik memang belum teruji benar. Barangkali, meski sudah ada hal-hal kecil yang mereka lakukan, namun perbuatan itu masih kental sebagai wacana belaka. Indikasi yang paling gampang untuk mengukur hal itu adalah, sampai saat ini, sepertinya belum pernah ada lembaga yang memberi mereka penghargaan atas perhatian mereka kepada kehidupan kaum papa.&lt;br /&gt;Untuk itulah mereka memang harus banting tulang mengemas diri seperti yang mereka tampilkan saat ini di media elektronik dan cetak. Mereka yakin, ketika sosok "penuh perhatian" yang mereka citrakan melekat di mata dan hati rakyat penikmat televisi, diharapkan itu akan membenam dalam impian bawah sadar rakyat, yang pada gilirannya nanti (saat pemilu) akan muncul dan menjelma menjadi keputusan untuk memilih calon mereka. Siapa calon itu? Tentunya para tokoh yang mampu membidikan "panah cinta" ke jantung hati pemirsa televisi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fenomena tampil di media, semakin hari semakin mengental. Bahkan "virus" itu menulari Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), yang sebenarnya sudah terkenal hingga ke pelosok-pelosok negeri. Takutkah SBY tersaingi populeritasnya oleh Sutrisno, oleh Prabowo, atau oleh pendatang baru Rizal yang nota bene adik kandung juru bicara presiden, Andi Malarangreng?&lt;br /&gt;Kita boleh berpendapat dan mengomentari penampilan presiden. Pengamat juga berhak untuk memberikan kajiannya. Namun alasan yang benar-benar menjadi alasan kemunculan presiden, tentulah presiden dan tim-nya sendiri yang mengetahui secara pasti.&lt;br /&gt;Dugaan sementara, kehadiran sosok SBY dalam berbagai format iklan Partai Demokrat (PD) di media massa cetak dan elektronik, dimaksudkan sebagai pemanasan untuk pencalonannya kembali dalam Pilpres 2009. Betulkah?&lt;br /&gt;Untuk sementara (pula) rasa penasaran kita diobati oleh seteguk jawaban Ketua PD Andi Mallarangeng yang juga juru bicara SBY. "Itu iklan PD, bukan iklan SBY. Untuk pencalonannya kembali, beliau masih menunggu saat yang tepat," ujar Andi.&lt;br /&gt;Beberapa partai politik kontestan Pemilu 2009 memang juga membuat iklan serupa. Di dalam iklan tersebut juga tampil ketua umum atau para petinggi dari partai bersangkutan. Partai Demokrat beranggapan, jika parpol lain menampilkan ketua umum, maka PD juga menampilkan (SBY) sang ketua dewan pembina.&lt;br /&gt;Namun ada hal menarik dalam tayangan iklan PD. Iklan tersebut memuat Pidato Kenegaraan Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1957 silam dan "jawaban" pidato dari SBY pada 16 Agustus 2008.&lt;br /&gt;Pidato presiden pertama RI berisi keprihatinannya terhadap kondisi bangsa. "Akan tenggelamkah kita, saudara-saudaraku? Akankah Indonesia mulai runtuh dan ambruk?"&lt;br /&gt;Sementara di bagian bawahnya, disambung pidato SBY dengan judul "Tidak" dalam ukuran besar. "Hari ini, kita bersama-sama menyaksikan negara kita, Indonesia masih tetap tegak berdiri dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Marilah kita buktikan, 10 tahun, 50 tahun dari sekarang ini, bahkan sampai kapan pun, Insya Allah, Negara kita bukan hanya tetap tegak berdiri, tetapi juga akan semakin maju dan sejahtera," demikian pidato SBY.&lt;br /&gt;Pidato SBY dimaksudkan untuk menjawab kekhawatiran akan terjadinya perpecahan pada bangsa Indonesia. Indonesia saat ini, dinilai sudah jauh lebih baik dibandingkan masa sebelumnya. Menurut sang pembuat iklan, tidak ada presiden Indonesia yang benar-benar mampu menyelesaikan persoalan bangsa selain SBY. Contohnya, saat ini konflik Aceh, Poso, Papua, sudah reda semua.&lt;br /&gt;Namun tentunya bukan hanya soal redanya konflik saja yang menjadi harapan kita bersama. Bagaimana memajukan dan mensejahterakan kehidupan rakyat Indonesia secara keseluruhann lah yang menjadi impian kita bersama.&lt;br /&gt;Tapi...nggomong-omong, Anda juga mulai tertarik membangun citra diri kah? Buruan deh, mumpung musim tabur mimpi masih berlangsung. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;* Catatan tambahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan dibalas dengan Iklan: Mungkinkah Sebaran foto bareng SBY dengan ratu suap Artalyta Suryani yang kini tersebar di masyarakat luar merupakan tanggapan atau promosi tandingan diri presiden?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Tribun Pekanbaru, Edisi Jumat (22/8/08)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Foto Bareng SBY-Artalyta Tersebar Luas&lt;br /&gt;* Jaksa Urip Dituntut 15 Tahun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, TRIBUN - Permainan baru di gelanggang politik tampaknya tengah bergulir lagi.&lt;br /&gt;Setelah beredar foto Kapolri Jendral Polisi Sutanto, kini Artalyta 'tertangkap basah' dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).&lt;br /&gt;Artalyta foto bareng bersama orang nomor satu di republik ini pada saat berada di acara resepsi pernikahan keluarga besar Artalyta. Foto ini diyakini sebagai Presiden SBY bersama istrinya, Ani Yudhoyono bersamaan dengan kehadiran Kapolri Jendral Polisi Sutanto saat itu.&lt;br /&gt;Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik, Anas Urbaningrum, Kamis (21/8) menyatakan, foto itu memang sengaja dikeluarkan dengan maksud untuk menurunkan citra Presiden SBY jelang Pemilu 2009. Anas tegas menyatakan, foto itu tak lain dari strategi black campaign dari lawan- lawan politik Presiden SBY yang kemungkinan akan mencalonkan kembali sebagai capres 2009.&lt;br /&gt;Dua foto Presiden SBY bersama Artalyta itu pertama kali ada di beberapa milis. Foto yang pertama memperlihatkan Presiden SBY sedang bersalaman dengan Artalyta. Sementara foto yang kedua, Presiden SBY terlihat sedang berpose dengan pengantin.&lt;br /&gt;"Boleh jadi, itu adalah kampanye hitam kepada Pak SBY. Maklum, sekarang ini kan jelang Pemilu 2009, jadi pasti ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan untuk mencoba menjatuhkan popularitas beliau," kata Anas Urbaningrum.&lt;br /&gt;Juru Bicara kepresidenan Andi Mallarangeng juga mengomentari beredarnya foto Presiden SBY dengan penyuap Jaksa Urip Tri Gunawan, Artalyta Suryani. Andi dengan bahasa diplomatis menyatakan, siapapun apalagi seorang preisden, tentu kenal dengan siapa saja.&lt;br /&gt;"Siapa saja orang dalam satu acara, presiden bisa saja kenal banyak orang dan hubungan-hubungan sosial yang segala macam, tapi presiden tidak bisa seperti saya, Anda dan semua orang, tidak bisa mengontrol apa yang dilakukan orang yang Anda kenal atau tidak kenal atau siapapun," kilah Andi Mallarangeng saat ditemui di Wisma Negara (........selengkapnya juga bisa Anda baca di: www.tribunpekanbaru.com)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-3744796330832352094?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/3744796330832352094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=3744796330832352094&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/3744796330832352094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/3744796330832352094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2008/08/menjulan-diri.html' title='Menjual Diri'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SK6e7-Q8mdI/AAAAAAAAAFo/FjpenVBYxuw/s72-c/Romo_Dodi_Cover1%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-1300580278955103065</id><published>2008-08-19T23:29:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T03:47:53.407-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GerunDelan'/><title type='text'>Apalah Arti Sebuah Nama</title><content type='html'>&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0023-orange.swf";obj.TimeZone="JOG";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;SBY (baca:Esbeyes) atau Es Mencair&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Oleh:&lt;br /&gt;RHR Dodi Sarjana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;i&gt;SUPERMAN, manusia atau laki-laki dengan kekuatan super hebat. Dalam keseharian kita kata itu seringkali diplesetkan menjadi Suparman. Padahal dalam khasanah Jawa, Su artinya baik, &lt;/i&gt;&lt;i&gt;jadi bisa saja maksudnya jadilah Parman yang baik. Lalu Parman sendiri artinya apa ya? Itulah rahasia di balik nama seseorang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKvTLuWCS1I/AAAAAAAAAFg/p3hEIwFjxgM/s200/NAMA.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236511190120811346" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;MENGUTIP sepenggal dialog Romeo and Juliet karya sastrawan besar William Shakespeare, "apalah arti sebuah nama," kebanyakan orang, (lagi-lagi) memplesetkan (sengaja) dan ada juga yang terpeleset (tak sengaja), pendapat pujangga dunia itu.&lt;br /&gt;Dalam suasana setengah bercanda, jika ada sesuatu yang dirasa tidak pas, orang kerap melempar pertanyaan, ah apalah arti sebuah nama? Nama tidak penting.&lt;br /&gt;Jamak memang, ketika dalam perdebatan-perdebatan ringan maupun besar, terkadang pendapat tersebut dicuplik khalayak untuk mendramatisasi perdebatan yang muncul. Sementara yang lain mengutipnya agar dicap tidak ketinggalan wawasan, meski tidak mengetahui secara benar background atau latar belakang penggunaan kalimat itu.&lt;br /&gt;Shakespeare, dalam sepenggal kutipan dalam karyanya menuliskan, &lt;i&gt;What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan kasarnya kurang lebih:&lt;br /&gt;Apalah arti sebuah nama? Meskipun kita menyebut mawar dengan nama lain, wanginya akan tetap harum.&lt;br /&gt;Memahami "mozaik" konteks di atas, tentu kita masih meraba-raba akan maknanya. Namun pembicaraan di atas,  latar belakangnya adalah dialog Romeo dengan Juliet yang tengah membahas kisah cinta mereka.&lt;br /&gt;Keduanya dilahirkan dari dua "dunia" yang berbeda. Mereka berbeda &lt;i&gt;marga&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;fam&lt;/i&gt;, yang kebetulan pada waktu itu sedang berselisih. Dan Romeo mempertanyakan, "Apa sih arti nama Capulet (nama keluarganya) yang justru membuat perselisihan."&lt;br /&gt;Pertanyaan Romeo, kandungan maknanya sebenarnya cukup mendalam. Salah satunya adalah; kalau sebuah nama, baik itu nama kelompok-organisasi-komunitas-atau yang lainnya, pada akhirnya hanya menyebabkan perselisihan dan pertentangan, tentulah "kantung-kantung" nama itu tiada berarti apa-apa. Justru ngisruh dan bikin kisruh.&lt;br /&gt;Nama tidaklah membawa arti apa-apa sepanjang sang penyandang nama tersebut tidak mampu memberi makna atas namanya lewat perbuatan dan perilaku yang baik. Pendapat nama tiada punya arti, memunculkan perdebatan abadi yang seolah belum menemukan muara kesimpulan yang satu. Beberapa orang menganggap nama tidak penting, dan beberapa orang yang lain menganggap nama sangat penting dan berarti.&lt;br /&gt;Mencoba untuk tidak memilih salah satu dari dua pendapat yang berseberangan, makna nama memang tergantung pada pandangan masing-masing orang. Tergantung latar belakang dan tujuan orang yang menolak atau menerimanya.&lt;br /&gt;Namun yang pasti, dalam budaya timur atau Indonesia. Nama dipandang sebagai pendarasan doa terhadap orang yang menyandangnya. Ada pendapat yang menyatakan untuk mengenal siapa diri kita, kita harus tahu makna yang ada dibalik nama yang disematkan pada wadag (badan) dan diri kita.&lt;br /&gt;Tentu sebagian besar orang tua punya alasan tertentu saat memberikan nama kepada anaknya. Menurut mereka, nama yang diberikan merupakan doa atau harapan orang tua bagi anak tersebut. Nama Surahmat misanya, diharapkan agar sang anak selalu mendapatkan rahmat atau berkah yang baik.&lt;br /&gt;Sementara nama Suharto dimaknai agar sang anak sukses mengumpulkan harta yang baik dan halal.&lt;br /&gt;Persoalan nama, juga tidak dipandang sebelah mata oleh Presiden kita, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Cucu pertamanya yang lahir pas hari kemerdekaan juga dipilihkan nama, yang menurut mereka, baik dan diharapkan bisa mewarnai kehidupan sang anak hingga dewasa nanti.&lt;br /&gt;Nama Ratu Majapahit dipilih keluarga presiden ini untuk menamai anggota keluarganya yang baru. Almira Tunggadewi Yudhoyono, itulah nama lengkap cucu pertama SBY.  Menurut Agus Yudhoyono sang ayah, Almira artinya putri yang mulia. Tunggadewi itu tokoh wanita abad ke-14, Ratu Majapahit yang setia dan berani. Sedangkan Yudhoyono nama keluarga.&lt;br /&gt;Keluarga Presiden beralasan nama harus cantik, elok, mengandung doa dan ada budaya yang melekat.&lt;br /&gt;Dan tentu, barangkali, ada juga secuil harapan di hati keluarga besar Yudhoyono, semoga sang anak pada saatnya nanti bisa nunggak semi (mewarisi) takdir sang kakek, menjadi pemimpin bangsa, atau minimal pemimpin perusahaan, atau pemimpin di lingkungan atau komunitas terdekat mereka.&lt;br /&gt;Keluarga inti Yudhoyono juga memilih saat (waktu) baik bagi awal kehidupan Almira di dunia. Keluarga presiden memilih tanggal bersejarah 17 Agustus bagi kelahiran Almira. Kenapa dikatakan memilih, karena Almira dilahirkan lewat operasi Cesar.&lt;br /&gt;Sisi supranatural lain yang diyakini keluarga ini, kelahiran tersebut juga mengandung angka baik, delapan (8). Lahir bulan delapan, tahun nol delapan, dengan berat dua koma delapan delapan kg dan panjang empat puluh delapan koma delapan delapan Cm. Ajaib, tergantung dari sudut mana kita memandangnya.&lt;br /&gt;Namun demikian, kelahiran Almira sangat disyukuri dan dipahami bakal membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi Presiden. Presiden mengaku, cucu pertamanya itu mampu membawa nuansa lain dalam kehidupannya. "Alhamdulillah saya sekeluarga mendapat anugerah dari Allah SWT, karena telah lahir cucu pertama kali tadi pagi," ujar Presiden usai memimpin upacara kebesaran HUT ke-63 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/8).&lt;br /&gt;Presiden kita keenam ini sangat berharap rasa syukur keluarga besarnya bisa menjadi pendorong semangat kerjanya. Sehingga dirinya mampu menyelesaikan masa tugas sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dengan baik hingga akhir masa jabatannya. "Semoga apa yang kami terima ini lebih meningkatkan semangat kami sekeluarga menunaikan tugas hingga akhir masa bhakti tahun depan," sambung SBY didampingi istrinya Ny Ani Yudhoyono, Wapres JK (Jusuf Kalla) dan Ny Mufidah Kalla.&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKvTCAprImI/AAAAAAAAAFY/KkrRNyvSl3U/s200/signa18.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236511023236325986" /&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung kepemimpinanya, beban SBY memang cukup berat. Banyak sorotan negatif ditujukan pada era kepemimpinanya. Beberapa kalangan menyatakan SBY belum berhasil memenuhi janjinya membawa Indonesia ke jenjang yang lebih baik.&lt;br /&gt;Mungkinkah nama Presiden ikut berpengaruh dalam alur kepemimpinannya? Presiden pertama Soekarno seringkali disebut Bung Karno. Nama tersebut diuthak-athik sebagai bongkar, jadi masa kepemimpinannya diwarnai bongkar-bongkar untuk mempersiapkan pondasi bangunan negara dan bangsa ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;Presiden kedua, Soeharto, terkenal pandai menghimpun harta kekayaan. Barangkali hingga anak- cucu sampai tujuh turunan, kekayaan Su (baik) Harto (harta) tidak akan ada habisnya. Bagaimana dengan presiden-presiden sesudahnya? Kita bisa memaknainya sendiri-sendiri dengan versi kita masing-masing.&lt;br /&gt;Namun terkait nama Presiden sekarang ini, rasanya ada satu hal yang kurang umum. Biasanya nama Bambang diletakkan di depan. Misal, Bambang Permadi, Bambang Susetyo, Bambang Maladi, dan lain-lain. Untuk SBY, nama Bambang diletakkan di urutan kedua, Susilo Bambang.....&lt;br /&gt;Bambang sendiri bisa mengandung makna baik, Susilo (sila atau kelakuan atau tabiat baik) Yudhoyono (mungkin bisa diartikan pahlawan atau medan pertempuran). Seorang pakar &lt;i&gt;kiratabahasa&lt;/i&gt; pernah mengatakan, singkatan nama SBY kalau dieja dalam bahasa sunda maknanya kurang bagus. Esbeyes. Artinya es mencair. Itulah makanya di saat awal-awal kepemimpinan SBY dan mungkin sampai saat ini bencana alam banjir seringkali terjadi.&lt;br /&gt;Mungkinkah ada keterkaitan? Ah....lebih baik lupakan saja. Apalah arti sebuah nama.&lt;br /&gt;Pasrah dan selalu berbuat baik serta berdoa tekun, tentu akan membuat berkah-Nya selalu tercurah buat kita semua. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;--------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;* Catatan Tambahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di bawah  ini artikel yang pernah dimuat Kompas Senin, 31 Juli 2006. Semoga memberi inspirasi pada kita semua&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Hati-hati Memberi Nama Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANGTUA di Malaysia tak akan bisa lagi memberi anak-anak mereka nama yang dianggap tak pantas oleh pemerintah.&lt;br /&gt;Menurut The New Straits Times, Minggu (30/7), Pemerintah Malaysia tak akan mengizinkan lagi dipakainya nama-nama yang memiliki arti tak baik dalam bahasa ketiga kelompok etnik utama negeri itu.&lt;br /&gt;Penduduk Malaysia yang berjumlah 26 juta jiwa terdiri dari kelompok Melayu (60 persen), China (26 persen), dan India (8 persen). Menurut harian terbitan Kuala Lumpur tersebut, juru bicara Departemen Pendaftaran Nasional Malaysia Jainisah Noor menyatakan, pihaknya punya daftar nama yang disusun berdasarkan masukan berbagai kelompok budaya dan agama.&lt;br /&gt;"Kami hanya membantu menyebarluaskan informasi yang dimiliki," kata Jainisah. Zani dan Woti adalah dua nama Melayu yang masuk dalam daftar nama terlarang karena " zani" berarti laki-laki pezinah dan "woti" artinya hubungan intim. Bagi orang India, nama Karrupan, yang artinya si hitam, juga tak boleh dipakai. Masih kata Jainisah, orangtua tak boleh menamai anak dengan nama-nama warna, binatang, serangga, buah-buahan, atau sayur-sayuran.&lt;br /&gt;Dulu, sebagian orang China biasa memberi anak mereka nama yang buruk agar ia selalu beruntung dan tak diganggu roh jahat. Kini nama China Kanton, seperti Ah Kow, yang artinya anjing, atau Ah Gong (jiwa yang tak waras), juga dilarang.&lt;br /&gt;Nama-nama China lain yang pantang dipakai termasuk Chow Tow dan Sum Seng, yang masing-masing bermakna kepala yang bau busuk dan penjahat. Namun, lanjut Jainisah, "Orang tua yang tetap ingin memakai nama yang dilarang tetap boleh mengajukan permohonan ke departemen dan masih mungkin bisa dikabulkan."  (AFP/Reuters/muk)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-1300580278955103065?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/1300580278955103065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=1300580278955103065&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/1300580278955103065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/1300580278955103065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2008/08/apalah-arti-sebuah-nama.html' title='Apalah Arti Sebuah Nama'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKvTLuWCS1I/AAAAAAAAAFg/p3hEIwFjxgM/s72-c/NAMA.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-306783701314103937</id><published>2008-08-14T01:57:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T02:16:22.621-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DonyaAkherat'/><title type='text'>Catatan Kehidupan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKP0TzstrBI/AAAAAAAAAFA/psUx8eUvm4A/s1600-h/sand18.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKP0TzstrBI/AAAAAAAAAFA/psUx8eUvm4A/s200/sand18.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234295813067090962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKP0TzstrBI/AAAAAAAAAFA/psUx8eUvm4A/s1600-h/sand18.jpg"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Tayangan Ulang Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKP0TzstrBI/AAAAAAAAAFA/psUx8eUvm4A/s1600-h/sand18.jpg"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKP0TzstrBI/AAAAAAAAAFA/psUx8eUvm4A/s1600-h/sand18.jpg"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;(Thanks to Hendro "Lentho" Rumpoko yang telah mengirimkan artikel ini)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKP0TzstrBI/AAAAAAAAAFA/psUx8eUvm4A/s1600-h/sand18.jpg"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKP0TzstrBI/AAAAAAAAAFA/psUx8eUvm4A/s1600-h/sand18.jpg"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKP0TzstrBI/AAAAAAAAAFA/psUx8eUvm4A/s1600-h/sand18.jpg"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKP0TzstrBI/AAAAAAAAAFA/psUx8eUvm4A/s1600-h/sand18.jpg"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;SEPERTI biasa, adik saya, rajin mengirimkan email persoalan kehidupan ke email saya. Perhatiannya begitu besar terhadap upaya olah rasa dan karsa (hati dan tindakan) agar dalam menjalani kehidupan ini penuh tuaian keseimbangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Email yang dia kirimkan, Kamis (14/8/08) sore, memberikan sentuhan lain ke hati saya. Mencuil sepotong artikel James Redfield dari buku THE CELESTINE VISION dia mencubit kesadaran saya lagi tentang arti perjalanan kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Artikel itu makin menguatkan saya bahwa hidup tidak sekedar singgah untuk minum (urip ora mung mampir ngombe). Tapi hidup memang harus benar-benar dimaknai agar lebih "hidup" di kehidupan di kemudian hari. Dunia-akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Berikut kutipan artikel tersebut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKP06bu7VLI/AAAAAAAAAFI/QuXqBDlY10U/s200/signa16.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234296476648821938" /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKP0TzstrBI/AAAAAAAAAFA/psUx8eUvm4A/s1600-h/sand18.jpg"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;TAYANGAN Ulang Kehidupan adalah salah satu aspek paling memukau dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKP0TzstrBI/AAAAAAAAAFA/psUx8eUvm4A/s1600-h/sand18.jpg"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;pengalaman menjelang kematian. Biasanya, banyak orang yang mengaku melihat seluruh kehidupan mereka melintas di depan mata, bukan seperti film, melainkan lebih seperti gambar-gambar hologram. Mereka melihat segala sesuatunya secara mendetail dan menyaksikan kehidupan mereka dinilai oleh diri mereka sendiri, bukan oleh orang lain. Seakan kesadaran mereka berkembang dan menyatu dengan kecerdasan sejati yang lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Berdasarkan pemahaman yang lebih tinggi ini, orang-orang yang pernah menjalani pengalaman menjelang kematian berkata bahwa selama proses tayangan ulang itu berlangsung, mereka memahami berbagai keputusan buruk yang mereka ambil dan bagaimana mereka seharusnya menangani situasi-situasi tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Tayangan ulang itu sangat menyakitkan sekaligus luar biasa menyenangkan, tergantung apa yang mereka lihat. Ketika mereka melihat insiden saat mereka menyakiti perasaan seseorang, mereka benar-benar merasakan kesakitan yang dialami orang tersebut, seakan mereka berada di dalam batin orang lain. Mereka juga bisa melihat dan merasakan kebahagiaan dan cinta yang mereka timbulkan dalam diri orang lain dengan menjadi orang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Karena empati yang mereka rasakan begitu dalam, kebanyakan orang yang pernah menjalani pengalaman menjelang kematian kembali dan menjalani hidup dengan tekad bulat untuk tidak mengulang kesalahan yang sama serta lebih banyak membantu orang lain. Setiap kalimat yang mereka ucapkan kepada orang lain, setiap interaksi dengan teman atau anak, setiap pikiran tentang orang lain, sekarang lebih bermakna karena orang ini tahu setiap tindakannya akan diulas dan ditayangkan kembali suatu hari nanti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Sepertinya pada konteks tertentu kita sudah lama tahu soal Tayangan Ulang Kehidupan. Pasti sudah ada yang mendengar seseorang berkata, "Seluruh hidupku melintas di depan mataku" saat hampir saja dijemput maut. Tulisan-tulisan atau kitab suci yang menggambarkan penghakiman setelah mati juga pernah menyebutkan semacam Tayangan Ulang Kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Namun sekarang kita semakin menyadari detail-detail pengalaman tersebut. Kita dihakimi ketika kita mati, namun sepertinya kita tidak dihakimi oleh Tuhan yang penuh dendam, melainkan oleh kesadaran sejati yang berhubungan dengan diri kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Saat informasi ini mulai diketahui secara luas, salah satu hasilnya adalah kita menjadi lebih berhati-hati dan memikirkan segala konsekuensi tidakan kita. Kita menjadi lebih sadar kenapa kita harus menyemangati orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Mungkin penilain kita masih simpang-siur, namun sekarang kita bisa berhenti dari waktu ke waktu dan mengkaji kehidupan kita, membayangkan melihat lebih awal Tayangan Ulang Kehidupan dalam benak kita. Menurut saya, kita akan sadar inilah proses pertobatan yang sesungguhnya.......&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKP0TzstrBI/AAAAAAAAAFA/psUx8eUvm4A/s1600-h/sand18.jpg"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" language="JavaScript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0023-orange.swf";obj.TimeZone="JOG";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-306783701314103937?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/306783701314103937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=306783701314103937&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/306783701314103937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/306783701314103937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2008/08/catatan-kehidupan.html' title='Catatan Kehidupan'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKP0TzstrBI/AAAAAAAAAFA/psUx8eUvm4A/s72-c/sand18.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-4656410096704386510</id><published>2008-08-12T22:02:00.001-07:00</published><updated>2008-08-13T01:34:55.480-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GerunDelan'/><title type='text'>Makna Nomor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKKcNMK8cBI/AAAAAAAAAEw/rfXvOdr8HSI/s1600-h/G018%2520-%2520Delta%2520Girl.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKKcNMK8cBI/AAAAAAAAAEw/rfXvOdr8HSI/s200/G018%2520-%2520Delta%2520Girl.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233917467377299474" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Makna Nomor dan Aura Pemimpin&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;RHR Dodi Sarjana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Satu jumpa satu, dua jadinya. Dua yang setuju bersatu jadinya. Semua bersatu, mari membangun negeri&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGKA. Diyakini banyak orang membawa makna. Angka satu tentu berbeda dengan angka sembilan atau angka sepuluh yang kalau ditulis sebenarnya tetap mengandung angka satu (satu dan nol/1 &amp;amp; 0 = 10).&lt;br /&gt;Angka kecil, kata semua orang di dunia, menunjukkan urutan terbaik. Sang juara disebut nomor satu. Juara setelah nomor tiga, selalu disebut juara harapan. Begitu seterusnya, dan yang keberuntunganya "kecil" seringkali hanya disebut masuk sepuluh besar atau lima besar.&lt;br /&gt;Itu baru soal urutan, belum lagi kalau "dihitung" secara njlimet ala nuansa paragnos atawa supranatural. Persoalannya pasti berbeda dan lebih berwarna lagi. Macam-macam penafsiran akan muncul terkait angka-angka tersebut.&lt;br /&gt;Angka satu bisa dimaknai satu rasa, manunggal, punya pendirian. Angka dua, dari sisi positifnya juga mengandung kebaikannya sendiri. Dua ibarat hakikat kehidupan ini, ada laki dan perempuan, ada siang dan malam, ada kebaikan dan kejahatan. Jadi dua seolah sempurna.&lt;br /&gt;Angka tiga juga tidak kalah bagusnya. Tiga ibarat timbangan; ada yang ditengah sebagai penyeimbang dan dua di sisi kanan kirinya. Mendapat anugerah angka tiga, bisa dimaknai akan mampu membawa keadilan. Demikian pula untuk angka-angka berikutnya; empat, lima, dan seterusnya punya kebaikan masing-masing.&lt;br /&gt;Membicarakan kemungkinan-kemungkinan di balik angka tidak akan ada habisnya. Bahkan akan mendorong munculnya perdebatan seru. Namun yang pasti setiap angka tetaplah membawa keberuntungan bagi masing-masing orang.&lt;br /&gt;Contohnya angka 13. Meski saat ini banyak yang menyakini angka tersebut pembawa sial, tapi bagi orang-orang tertentu, angka tersebut katanya justru membawa keberuntungan.&lt;br /&gt;Persoalan angka, lagi-lagi menjadi perbincangan menarik menyusul penetapan nomor urut partai politik peserta Pemilu (Pemilihan Umum) dan pasangan calon peserta Pilgub (Pemilihan Gubernur).&lt;br /&gt;Wiranto yang partai Hanura-nya mendapat nomor satu, menyatakan beruntung karena nomor satu akan mudah diingat. Sementara PKB yang mendapat nomor urut 13 tidak khawatir akan mendapat masalah. Partai ini justru menyatakan angka tersebut akan membuat mereka beruntung.&lt;br /&gt;Demikian pula partai-partai lain, meski dalam hati kecil pengurusnya ada yang tidak sreg (nyaman) dengan angka urutannya, namun ekspresi mereka tetap menyatakan keoptimisannya dengan angka yang mereka peroleh.&lt;br /&gt;Mau tidak mau mereka harus menerima angka yang sudah dipilihnya, dan menyakininya ada sisi-sisi keberuntungan yang dibawa angka-angka tersebut.&lt;br /&gt;Soal nomor urut, Senin (21/7/08), juga menjadi penantian dan perhatian utama masyarakat Riau. Dalam rapat pleno terbukanya, KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) Riau menetapkan nomor urut 3 pasang calon gubernur dan wakilnya. Ketiga pasangan itu bakal berebut sekitar 3,2 juta suara masyarakat Riau.&lt;br /&gt;Pasangan Chaidir-Suryadi Khusaini yang diusung PDI Perjuangan dan PBB ini mendapat nomor 1. Calon Gubernur dari pasangan yang akrab disebut CS ini adalah mantan Ketua DPRD Riau dan sebenarnya sebagai kader Golkar. "Coblos Satu," kata Chaidir seolah mempadupadankan CS sebagai Coblos Satu.&lt;br /&gt;Pasangan Rusli Zainal-Mambang Mit (RZ-MM) mendapat nomor urut 2. Pasangan ini diusung Partai Golkar, PPP, PBR, dan PKB.  Rusli adalah incumbent dan menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Provinsi Riau. Sedangkan Mambang Mit sebagai Ketua Korpri Riau merupakan mantan Sekda Provinsi Riau. "Itu angka dari Tuhan," kata Rusli mengomentari nomor urutnya.&lt;br /&gt;Rusli memang tidak memilih nomor itu, karena kebutulan dia datang terakhir, sehingga dia hanya mendapatkan "sisa" angka saja. Namun yang pasti, angka dua kata Rusli angka di tengah. Jadi bisa membuat penyimbang (keadilan) bagi warga pemilih.&lt;br /&gt;Sedangkan mantan Bupati Inhu Thamsir Rachman dengan pasangannya Ketua DPW PAN Riau Taufan Andoso mendapat nomor urut 3. Pasangan ini dikenal masyarakat dengan julukan Tampan. Akankah nomor urut 3 akan membuat nasibnya se-tampan singkatan namanya? Waktu nanti yang akan membuktikannya.&lt;br /&gt;Bagaimanapun nomor 1, 2, dan 3 sudah diputus siapa pemiliknya. Masing-masing pasangan pemilik nomor tersebut suka-tidak suka, mau-tidak mau, harus menyakininya sebagai nomor keberuntungan masing-masing.&lt;br /&gt;Yang pasti, dalam kiprah kampanye nanti, mereka justru dituntut untuk membuat nomor urut tersebut menjadi lebih beraura. Mereka harus bisa menyakinkan masyarakat bahwa nomor yang mereka punyailah yang cocok untuk dicoblos nantinya.&lt;br /&gt;Seribu satu cara mungkin sudah direncanakan tim sukses peserta pilkada guna memikat calon pemilih. Daftar "janji kampanye" mungkin telah diketik rapi. Tinggal disuarakan. Atraksi unik hingga "nakal" pasti telah dipersiapkan. Intinya, para pemilih akan dirayu. Rayuan siapa yang paling manjur? Terlalu dini menjawabnya sekarang.&lt;br /&gt;Ratusan bahkan ribuan simpatisan dihadirkan tim sukses guna membangun psikologis masyarakat akan kuat dan hebatnya calon pemimpin yang diusung. Membentuk psikologi massa pemilih akan kekuatan dan kehebatan calom pemimpin di satu sisi mungkin efektif. Tapi di sisi lain, kampanye yang tak terkontrol dan buruk bisa mempengaruhi dan menciptakan persepsi buruk masyarakat terhadap calon tersebut.&lt;br /&gt;Perlu kita ingat, kampanye pada dasarnya adalah bagaimana memenangkan hati masyarakat dengan memberi contoh yang baik. Karenanya tim sukses dan calon pemimpin ditantang untuk kembali membangun optimisme masyarakat bahwa calon pemimpin yang bersangkutan dapat dipercaya. Kampanye bisa dijadikan langkah awal.  Bukan ajang sesumbar.&lt;br /&gt;Sementara nomor urut, tetaplah nomor. Dia akan memberikan makna baik jika pembawanya juga berkelakuan baik.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-4656410096704386510?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/4656410096704386510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=4656410096704386510&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/4656410096704386510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/4656410096704386510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2008/08/makna-nomor.html' title='Makna Nomor'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKKcNMK8cBI/AAAAAAAAAEw/rfXvOdr8HSI/s72-c/G018%2520-%2520Delta%2520Girl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-4303198867641838735</id><published>2008-08-12T07:19:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T09:47:48.905-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GerunDelan'/><title type='text'>NgosekAti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKGcNLBkFwI/AAAAAAAAAD8/mQxcZEaNa1w/s1600-h/GARUDA"&gt;   &lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKGcNLBkFwI/AAAAAAAAAD8/mQxcZEaNa1w/s1600-h/GARUDA"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233635992092808962" style="WIDTH: 105px; HEIGHT: 128px" height="200" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKGcNLBkFwI/AAAAAAAAAD8/mQxcZEaNa1w/s200/GARUDA" width="125" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKGcNLBkFwI/AAAAAAAAAD8/mQxcZEaNa1w/s1600-h/GARUDA"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mencari Kebenaran dari Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKGcNLBkFwI/AAAAAAAAAD8/mQxcZEaNa1w/s1600-h/GARUDA"&gt; o&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKGcNLBkFwI/AAAAAAAAAD8/mQxcZEaNa1w/s1600-h/GARUDA"&gt;leh : RHR Dodi Sarjana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;script language="JavaScript" type="text/javascript"&gt;obj=new Object;obj.clockfile="0023-orange.swf";obj.TimeZone="JOG";obj.width=130;obj.height=130;obj.wmode="transparent";showClock(obj);&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;JAS MERAH. Jangan sekali-kali meningalkan sejarah. Akronim itu begitu populernya sejak dilontarkan proklamator kemerdekaan Indonesia Soekarno, hingga saat ini. Apa yang menjadi harapan Soekarno dengan Jas Merah-nya cukup jelas, bahwa sebagai manusia yang mencintai hidup kita tidak bisa meninggalkan masa lalu.&lt;br /&gt;Tentu maksudnya bukanlah sekadar untuk bernostalgia. Namun dengan mengingat, mengenang, dan melakukan perjalanan kembali ke masa lalu, kita bisa belajar mengenai kehidupan dan hidup untuk menyongsong kehidupan ke depan agar lebih baik lagi.&lt;br /&gt;Dengan melihat jejak langkah ke belakang, kita bisa mengetahui kesalahan yang pernah kita goreskan sekaligus bisa merunut kesuksesan, keberhasilan atau kebaikan yang telah kita torehkan bersama. Melihat kesalahan dan kegagalan, sudah pasti bukan untuk menyesalinya dan menangisinya. Melihat kesalahan adalah untuk belajar agar tidak mengulanginya kembali.&lt;br /&gt;Ada slogan animal yang cukup menggelitik dan tak gampang dilupakan. Keledai saja tidak akan terperosok untuk keduakali dalam lubang yang sama. Kita semua tahu, hewan keledai, selama ini, diasumsikan dengan dunia kebodohan. Keledai dianggap hewan dungu yang hanya bisa menuruti perintah saja.&lt;br /&gt;Jika hewan yang selama ini dianggap tidak mempunyai kemauan sendiri dan bodoh, mampu untuk tidak mengulang kesalahan, tentu manusia yang dianggap mahluk lebih tinggi derajatnya akan mampu bertindak lebih baik dan sempurna dibanding keledai. Keledai mampu belajar dari sejarah masa lalunya, manusia tentu lebih pandai lagi .&lt;br /&gt;Saat ini momentum untuk belajar kembali dari sejarah muncul seiring dengan pangakuan Andaryoko Wisnu Prabu sebagai pahlawan PETA (Pembela Tanah Air) Supriyadi yang puluhan tahun lalu dikabarkan hilang.&lt;br /&gt;"Supriyadi" Andaryoko, tokoh pemberontakan pasukan PETA melawan tentara Dai Nippon ini, menunjukkan keberadaannya Sabtu (8/8/2008). Pejuang kemerdekaan itu muncul dalam sebuah acara peluncuran buku di Toko Buku Gramedia Semarang, Jalan Pandanaran. Buku yang dibedah juga terkait dirinya, 'Mencari Supriyadi, Kesaksian Pengawal Utama Presiden', tulisan sejarawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Baskara T. Wardaya&lt;br /&gt;Supriyadi sempat diwawancarai wartawan Jerman. Dia mengaku dirinya tidak mati atau hilang. Usianya sudah sangat lanjut, yakni sekitar 89 tahun. Menurut pengakuannya, untuk menghindari penangkapan tentara Jepang, dia mengganti nama. Saat bertemu Bung Karno di Pegangsaan Timur No 56, Supriyadi diminta pergi ke Semarang. Dia harus menemui Wakil Residen Semarang, Wongsonegoro.&lt;br /&gt;"Saya diterima menjadi staf Kantor Residen Semarang. Nama saya diganti menjadi Andaryoko," kata Supriyadi seperti dikutip detik.com&lt;br /&gt;Sejak memulai hidup di Semarang, Supriyadi memelihara kumis. Meski punya nama baru, di Jakarta, dia tetap dikenal sebagai Supriyadi.&lt;br /&gt;Kemunculan "Supriyadi" Andaryoko sudah pasti membawa banyak kontroversi. Dengan versinya, Supriyadi yang ini menceritakan realita-realita yang lain tentang sejarah masa lalunya, berbeda dengan sejarah yang selama ini dibaca dan didengar orang.&lt;br /&gt;Soal naskah proklamasi misalnya. "Supriyadi" Andaryoko mengatakan konsep naskah proklamasi yang baru berupa coretan tangan sempat diremas-remas tangan oleh Sayuti Melik. Setelah ditik dan dianggap tak berguna lagi, Sayuti membuangnya ke tempat sampah. Namun Bung Karno yang ingat akan konsep itu menanyakan kembali sehingga naskah dipungut dan disterika ulang hingga akhirnya&lt;br /&gt;disimpan Bung Karno&lt;br /&gt;Sementara versi yang selama ini kita ketahui, BM Diah-lah yang menyadari pentingnya arti hostoris naskah tersebut. Seperti ditulis sejarawan Nina Lubis, Diah memungut naskah coretan proklamasi dan diam-diam menyimpannya sendiri. Baru pada 19 Mei 1992, BM Diah menyerahkan naskah itu pada negara yang diterima sendiri oleh Presiden Soeharto.&lt;br /&gt;Masih banyak pengakuan "Supriyadi" Andaryoko yang lain yang sangat berbeda dengan kisah yang saat ini beredar di permukaan. Bahkan soal Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dia juga mempunyai versi tersendiri yang berbeda sama sekali.&lt;br /&gt;Mencoba mendalami kisah "Supriyadi" Andaryoko, tentunya tidaklah sekadar untuk menguak sosok Supriyadi yang sebenar-benarnya. Menelusuri Supriyadi ini adalah untuk menguak kebenaran yang terjadi di masa lalu. Meluruskan sejarah yang barangkali ada yang terbengkokkan sekaligus mempelajarinya sungguh-sungguh agar ke depan kita tidak tergelincir lagi oleh kesalahan yang sama.&lt;br /&gt;Menyambut kemunculan Supriyadi, yang pasti dan sebaik-baiknya, bukanlah untuk makin mengkultuskan tokoh yang bersangkutan. Murca atau sirnanya sosok Supriyadi selama ini begitu kuat muatan supranaturalnya. Sehingga dengan kehadirannya, diharapkan mampu menyingkap tabir misteri yang selama ini menyelimuti tokoh tersebut.&lt;br /&gt;Dengan kehadiran Supriyadi asli nantinya, biarkan semuanya menjadi jelas dan terang. Biarkan kebenaran masa lalu muncul ke permukaan, sehingga kita bisa belajar darinya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa belajar dari sejarah masa lalunya. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-4303198867641838735?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/4303198867641838735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=4303198867641838735&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/4303198867641838735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/4303198867641838735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2008/08/gerundelan.html' title='NgosekAti'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/SKGcNLBkFwI/AAAAAAAAAD8/mQxcZEaNa1w/s72-c/GARUDA' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-6040135695591682048</id><published>2007-12-09T07:06:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T23:01:28.252-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BizStyle'/><title type='text'>SexiBiz</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1wIcpwsCII/AAAAAAAAADM/H9TQzr7sVsE/s1600-h/oral_sex.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141994162889689218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 122px; CURSOR: hand; HEIGHT: 177px" height="182" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1wIcpwsCII/AAAAAAAAADM/H9TQzr7sVsE/s200/oral_sex.jpg" width="122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bukan Sekadar Sex&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh:&lt;br /&gt;RHR Dodi Sarjana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Reality is not reality. In marketing, perception is reality (Dolan and Smith).&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;LUANGKAN waktu barang sejenak, amati paparan iklan di berbagai media cetak dan elektronik. Apa yang Anda temukan? Ada yang lain daripada yang lain dalam beberapa tayangan iklan akhir-akhir ini. Very attractive! Banyak sensasi kita temukan di sana.&lt;br /&gt;Economic growt yang pesat terbukti menciptakan perubahan sosial-ekonomi yang menyentak. Pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang melanda masyarakat dunia, menciptakan berbagai perubahan gaya hidup sekaligus membuka peluang bisnis yang luar biasa besarnya.&lt;br /&gt;Peluang yang tercipta, mendorong lahirnya dunia usaha yang sangat kompetitif. Semua bidang usaha mulai dari usaha jasa, urusan perut, kenikmatan duniawai, real estate, kendaraan dan lain-lain, tumbuh dengan suburnya dan saling berhimpitan.&lt;br /&gt;Dalam ketatnya persaingan ini, siapa yang tidak inovatif sudah pasti akan tergeser. Diperlukan satu terobosan baru dalam melihat pasar, memasukinya, menganalisa lalu menguasainya.&lt;br /&gt;Melihat tayangan iklan, terasa terjadi penyimpangan perilaku konsumen. Dan deviasi itu telah diantisipasi dengan jeli oleh para produsen. Mereka melihat bahwa konsumen seringkali tidak lagi peduli pada produk yang ditawarkan, tapi lebih interest pada cara bagaimana produk itu dijual.&lt;br /&gt;Produk unggulan, dewasa ini, sepertinya tidak lagi penting bagi konsumen. Membanjirnya beraneka macam produk, membuat konsumen banyak pilihan dan bebas memilih.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya upaya parade iklan di media dirasa cukup efektif mempengaruhi konsumen dalam memilih kebutuhannya. Sensasi iklan secara terus menerus akan "membantu" konsumen untuk mengingat produk yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;SEBUAH kereta api tiba-tiba lewat. Mobil sedan yang diparkir dekat rel kereta mendadak berjalan sendiri. Belum sampai tersenggol kereta, suuut... mobil terhenti sendiri. Sepasang suami istri yang ada di dalamnya kaget. Tapi berangsur wajah mereka terlihat lega. Mobil terhenti karena rodanya terganjal kotak alat kontrasepsi. Insiden "kecelakaan" pun urung terjadi. Iklan nakal!&lt;br /&gt;Atau mungkin Anda pernah mengamati iklan rokok yang menampilkan sosok perempuan, iklan mobil dengan asosiasi wanita? Atau iklan-iklan lain dengan sensasi-sensasinya yang lain pula. Atau produk sebuah rokok dengan bukan basa-basinya? Itulah realitas iklan yang tidak lagi menampilkan produk, tapi lebih menonjolkan suasana dan imaji.&lt;br /&gt;Saat ngobrol di sebuah cafe dan melihat sebuah produk rokok yang ditawarkan oleh wanita-wanita cantik, dengan berkelakar seorang teman menyatakan bahwa konsep pemasaran selama ini ternyata masih kurang lengkap.&lt;br /&gt;Jika selama ini kita hanya mengenal 4P (price, product, placement dan promotion), lalu Philip Kotler menambahinya lagi dengan 2P (power dan public relations), menurut teman tadi perlu ada satu P lagi. Apa itu? P yang ini adalah perempuan. Ini tentunya bukan bermaksud merendahkan, tapi itulah realita bisnis selama ini. Sensasional. Dan sensasi selain wanita dalam iklan juga ada, bahkan banyak.&lt;br /&gt;Pakar marketing sekaligus praktisi bisnis Kafi Kurnia pernah melontarkan gagasan berani tentang strategi pemasaran Sex Marketing. Tapi jangan salah duga, sex yang dimaksud Kafi bukanlah soal perkelaminan, persetubuhan atau soal "kekuasaan" yang dikendalikan oleh sex seperti dalam tampuk pemerintahan raja-raja. Bukan pula filsafat dan kekuasan sex-nya Michael Faoucault seperti tertuang dalam The History of Sexuality. Serta bukan sekadar Sex in Advertising dan juga tidak soal Power Sexuality.&lt;br /&gt;Sex-nya Kafi, demikian seperti disinggung pula oleh Am Lilik Agung dalam Starategi Bisnis-nya, adalah Sensansional, Entrepreneuship dan faktor X. Ketika sebuah produk tiba-tiba menjadi banyak pesaingnya, atau mendadak dia menjadi produk yang membosankan atau ketinggalan zaman, maka produk tersebut perlu "dimanipulasi" lewat iklan agar lebih sensasional.&lt;br /&gt;Menurut Kafi, lebih baik saat ini lupakan produk, tapi perhatikan siapa konsumen Anda. Bila perlu, kata Kafi lagi, buang jauh-jauh teori diferensiasi produk. Ganti saja dengan diferensiasi konsumen. Dengan begitu para marketing harus selalu mendekati konsumennya lewat iklan dengan memunculkan iklan-iklan nyleneh atau beriklan secara terus menerus.&lt;br /&gt;Hanya orang-orang yang mempunyai jiwa entrepreneurship lah yang bisa memunculkan iklan-iklan penuh sensasi. Tidak harus belajar di ujung dunia untuk menjadi seperti itu, tapi perlu kesabaran, kejelian serta ketelatenan dalam melihat dan menangkap peluang. Selebihnya selalu inovatif.&lt;br /&gt;Selanjutnya, jika sudah bisa mengaplikasikan sikap entrepreneurship, biarkan faktor X-nya yang berjalan. Apakah dia? Dialah yang dinamakan keberanian, keberuntungan dan kebetulan. Hanya orang-orang yang berani saja yang mempunya peluang beruntung cukup tinggi. Sementara orang yang tak pernah berani mencoba, dia tak akan pernah mendapatkan apa-apa. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-6040135695591682048?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/6040135695591682048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=6040135695591682048&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/6040135695591682048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/6040135695591682048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2007/12/sexibiz.html' title='SexiBiz'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1wIcpwsCII/AAAAAAAAADM/H9TQzr7sVsE/s72-c/oral_sex.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-4703211845972505694</id><published>2007-12-09T06:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T23:01:28.426-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BizStyle'/><title type='text'>psichobiz atawa psikologi bisnis (2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1wDV5wsCHI/AAAAAAAAADE/eaX1dlJMgfI/s1600-h/cinta.jpeg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141988549367433330" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1wDV5wsCHI/AAAAAAAAADE/eaX1dlJMgfI/s200/cinta.jpeg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Memenangkan Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;RHR Dodi Sarjana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;A brand is not developed in one night. Success story a brand is determined in decades, not in years. (Al Ries and Laura Ries).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;SADARKAH kita, jika sedari membuka mata di pagi hari, hingga "ritual" memejamkan mata di malam hari, parade iklan seolah tiada habis-habisnya mengisi perputaran hidup manusia? Kehidupan kita seolah nyaris dipenuhi iming-iming beragam iklan.&lt;br /&gt;Jika dalam rengkuhan waktu yang sama, semua media massa tersaji di sekitar kita, maka begitu kita terbangun di pagi hari, mata langsung menangkap tayangan iklan di televisi. Lalu saat kita memungut koran yang dilemparkan loper di depan pintu, mata kita pun langsung "dihibur" oleh iklan yang terselip di antara berita.&lt;br /&gt;Ketika kita mandi, sementara istri memasak di dapur, iklan yang dikumandangkan pesawat radio juga akan menembusi dinding-dinding kamar mandi dan menyeruak di antara peralatan dapur. Mengusik telinga.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ke kantor, iklan juga mencuri perhatian. Billboard maupun spanduk yang bertebaran di sepanjang jalan, ikut andil memberikan indikasi terjadinya persaingan bisnis yang semakin ketat.&lt;br /&gt;Banjir produk, saat ini, tengah mengepung konsumen. Dalam satu produk sejenis, banyak pilihan yang ditawarkan kepada pembeli. Dengan itu konsumen dimanjakan. Celakanya, dalam kondisi tertentu, banyak konsumen yang tidak lagi peduli fungsi dan kualitas barang yang mereka pilih. Sepanjang apa yang ada dalam ingatannya itulah yang akan dia wujudkan.&lt;br /&gt;Dalam era berjubelnya produk di pasaran, barang-barang yang sering dikomunikasikan kepada masyarakat lah yang akan menancap di otak manusia. Suka tidak suka, komunikasi produk yang intens seringkali menjadi penuntun dan pendorong konsumen untuk menentukan pilihan dalam membeli barang.&lt;br /&gt;Jujur harus diakui, selama ini ada kelemahan konsumen yang dimanfaatkan produsen atau marketer. Why They Buy, karya psikolog kondang Robert Settele dan Pamela Alreck, menyatakan bahwa kebanyakan orang tidak bisa menjawab ketika ditanya mengapa seseorang membeli apa yang ingin mereka beli.&lt;br /&gt;Barangkali sebenarnya mereka tahu, tetapi sulit menemukan alasan yang tepat. Yang lebih celaka lagi dan ini sering terjadi, mereka ternyata benar-benar tak mengerti latar belakang dan motif membeli barang.&lt;br /&gt;Pembeli-pembeli tersebut, membelanjakan uangnya hanya karena dorongan sesaat, tersulut sikap emosinal belaka. Para pembeli di ranah ini memang tidak bisa dikategorikan sebagai market andalan. Mereka gampang goyah dan terbius imajinasi iklan.&lt;br /&gt;Namun, jika kita bisa mengelolanya, menumbuhkan rasa setia di hati mereka terhadap produk kita, bukan tidak mungkin mereka berubah menjadi market potensial.&lt;br /&gt;Banjir iklan mengindikasikan terjadinya pertarungan bebas dalam merebut pasar. Dan entah karena pengaruh psikologis individual atau akibat dorongan kolektif sikap sosial masyarakat, terbukti bahwa sebagian besar pengusaha atau produsen lebih suka melakukan perburuan pelanggan baru (customer acquisition).&lt;br /&gt;Dari dunia sepakbola muncul teori, pertahanan yang baik adalah dengan menyerang. Jika diaplikasikan dalam dunia marketing, mempertahankan pelanggan (customer retention) adalah dengan merebut pasar baru. Teori ini tidak terlalu salah, namun menggelisahkan.&lt;br /&gt;Serangan yang bertubi-tubi, seringkali membuat kita terlena dan lupa mempertahankan yang sudah ada di tangan. Dalam banyak kasus, produsen selalu menuntut kesetiaan pelanggannya, namun mereka lupa mencontohkan kesetiaan itu sendiri. Seringkali pasar lama kurang diperhatikan karena dirasa sudah jadi bagian dari hidup produsen.&lt;br /&gt;Menyerang pasar adalah juga dengan menunjukkan kesetiaan kepada konsumen. Membangun kesetiaan pelanggan, sebaiknya dimulai dari kesetiaan kita sendiri sebagai marketer terhadap customer kita masing-masing.&lt;br /&gt;Realita membuktikan, keputusan seseorang membeli atau memakai produk kita tergantung pada; reputasi kita, reliabilitas produk kita, dan ketiga adalah diri kita sendiri. Bagaimana kita men-delighted customer (membuat pelanggan puas) itulah yang menjadi kunci utamanya.&lt;br /&gt;Dalam pola hidup yang makin "ruwet", masyarakat sekarang menyukai hal yang praktis dan mudah. Karenanya satu cara gampang membangun kesetiaan adalah dengan menawarkan kemudahan (convenience) pada pelanggan.&lt;br /&gt;Berikan kemudahan mulai dari cara mendapatkan produk Anda, berkendaraan saat menuju tempat usaha Anda, parkir aman, suasana enak dan nyaman, servis dan pelayanan yang oke hingga penyediaan toilet yang bersih. Serta jangan lupa, jika data base Anda tentang pelanggan baik, kirimi mereka kartu ucapan ulang tahun di saat mereka ulang tahun.&lt;br /&gt;Sikap ini tidak saja mampu menjaga kesetian pelanggan, tapi juga merebut cinta pelanggan baru. Semoga (wis ah) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-4703211845972505694?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/4703211845972505694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=4703211845972505694&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/4703211845972505694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/4703211845972505694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2007/12/psichobiz-atawa-psikologi-bisnis-2.html' title='psichobiz atawa psikologi bisnis (2)'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1wDV5wsCHI/AAAAAAAAADE/eaX1dlJMgfI/s72-c/cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-1332339071674221383</id><published>2007-12-09T06:06:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T23:01:28.533-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BizStyle'/><title type='text'>psichobiz atawa psikologi bisnis (1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1v-V5wsCFI/AAAAAAAAAC0/BC7pUbJO-Gc/s1600-h/Sama+Sama+Gila.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141983051809294418" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1v-V5wsCFI/AAAAAAAAAC0/BC7pUbJO-Gc/s200/Sama+Sama+Gila.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mewujudkan Pikiran Gila&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh:&lt;br /&gt;RHR Dodi Sarjana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;STEREOTIP. Istilah ini tentu tak asing lagi di telinga kita. Kepercayaan bahwa seluruh anggota kelompok tertentu memiliki sejumlah karakteristik yang sama, dianggap sebangun dan homogen, sudah sejak lampau diyakini banyak orang.&lt;br /&gt;Di kalangan orang asing misalnya, dalam kajian psiko-sosial ada semacam konsensus bahwa orang Jerman pandai di bidang teknik, sementara orang Irlandia agak tumpul pemikirannya dan semua wanitanya emosional. Orang Perancis sangat romatis, sedang orang Negro kurang bertangung jawab. Itulah contoh stereotip.&lt;br /&gt;Siapa pun dan apa pun yang keluar dari stereotip dianggap aneh dan nyleneh. Dia menjadi tidak umum dan cenderung dihindari banyak orang. Dari sinilah, awal manusia terjebak dalam prasangka-prasangka buruk terhadap apa pun.&lt;br /&gt;Dalam perspektif social cognition, pakar psikologi sosial Russell Spears menyebutkan, manusia berhadapan dengan realitas sosial yang kompleks sehingga punya kecenderungan membagi sesuatu dalam kategorisasi atau kelompok untuk menyederhanakan persoalan.&lt;br /&gt;Stereotip mendorong manusia jadi pelit dan malas berpikir, sehingga beresiko banyak menuai kesalahan dalam penyimpulan. Namun stereotip tetap dipakai karena menghemat energi. Sungguh ini pendapat yang menyesatkan.&lt;br /&gt;Dalam bisnis, kecenderungan stereotipisasi juga membudaya. Orang maunya sesuai pakem saja. Asumsi-asumsi menggiring pebisnis pada pemahaman bahwa informasi, kegiatan bisnis yang stereotip selama ini dianggap lebih cepat diproses dan direspon pasar. Benarkah demikian!? Tunggu dulu!&lt;br /&gt;Kita semua pasti mengenal baik nama Tirto Utomo dengan bisnis Aqua-nya atau Sosro dengan teh botolnya. Bisnis mereka, pada awalnya diangap bisnis gila karena nyebal dari stereotip. Di luar kebiasaan, mereka membisniskan barang yang umum tapi tidak umum. Tapi siapa sangka, air yang melimpah ruah di alam semesta menjadi "semahal" emas. Teh yang biasanya diminum tidak lama setelah diseduh, menjadi nikmat disimpan berlama-lama di botol?&lt;br /&gt;Konon, perilaku Tirto dan Sosro pernah dianggap lelucon bisnis yang absurd. Namun kini, orang berduyun-duyun mengikutinya. Dan ketika orang mengalami euphoria, barangkali kedua orang perintis itu sudah lari lagi dengan konsep gilanya yang lain.&lt;br /&gt;Contoh ide gila yang lain adalah larutan penyegar Cap Kaki Tiga. Produk yang berisi semacam air ini juga terbilang absurd. Tapi lihatlah "khasiatnya", dia mampu mengusir panas dalam. Buntutnya, kemasan air itu juga laris bak kacang goreng.&lt;br /&gt;Psikolog dunia Sigmund Freud dengan teori psikoanalisanya mengemukakan, dalam diri setiap manusia sebenarnya terdapat syaraf-syaraf impulsif yang mendorong manusia untuk berbuat dan beraktivitas. Dorongan kuat syaraf ini bisa membuat manusia ‘gila’ dan mewujudkan aktivitasnya dengan amat sangat inovatif plus kreatif.&lt;br /&gt;Selama ini perjalanan waktu telah membuktikan bahwa bisnis "orgil" (baca: orang-orang dengan ide gila) tahan segala cuaca. Dia tidak tergerus krisis, pasar bebas dan reaganisme. Dia tidak takut apa pun, karena dia punya banyak amunisi inovasi untuk ditembakkan menjawab perubahan zaman.&lt;br /&gt;Menyiasati perubahan tren kehidupan dan tren bisnis, tidak cukup hanya dengan pakem yang ada. Tidak cukup mengandalkan jalinan stereotipisasi yang sudah mapan. Perlu menggali sesuatu yang lain, yang selama ini luput dari perhatian orang. Apa kira-kira itu? Berpikirlah "gila" supaya ide gila seperti milik Tirto, Sosro dan Kaki Tiga bisa lahir.&lt;br /&gt;Menciptakan sesuatu yang berbeda dan baru, selalu mampu membuat orang terhenyak untuk melirik dan mencoba produk kita, ketimbang melakukan "penyeragaman" dengan maksud mengekor sukses produk yang suda ada. ***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-1332339071674221383?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/1332339071674221383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=1332339071674221383&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/1332339071674221383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/1332339071674221383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2007/12/psichobiz-atawa-psikologi-bisnis-1.html' title='psichobiz atawa psikologi bisnis (1)'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1v-V5wsCFI/AAAAAAAAAC0/BC7pUbJO-Gc/s72-c/Sama+Sama+Gila.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-1979198638028345160</id><published>2007-12-09T02:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T23:01:28.774-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BizStyle'/><title type='text'>Sensasi Iklan di Media Massa (3)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1vJXpwsCEI/AAAAAAAAACs/IKDZaiiKXkA/s1600-h/Barbie_Girls_MP3_player.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141924807757793346" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1vJXpwsCEI/AAAAAAAAACs/IKDZaiiKXkA/s200/Barbie_Girls_MP3_player.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menjerumuskan Sosok Wanita&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh:&lt;br /&gt;RHR Dodi Sarjana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;La femme n'exste pas...la femme n'est pas foute&lt;br /&gt;Wanita itu tak ada...wanita itu tak lengkap&lt;br /&gt;(Jacques Lacan)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;KALAU saya mengutip kata-kata di atas, bukan berarti saya benci wanita, antiwanita, sedang patah hati terhadap wanita atau yang lainnya. Saya mengemukakan itu justru karena dorongan rasa cinta terhadap wanita. Perasaan tulus mengagumi dan menghormati kaum wanita.&lt;br /&gt;Bagi saya, terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, wanita adalah mahluk yang hebat. Baik secara fisik maupun psikis, dia punya kelebihan dibanding kaum lelaki. Pendapat pribadi ini memang bisa diperdebatkan. Tapi lihatlah, siapa yang bisa bertahan setiap bulan harus "menderita" rasa sakit terkait kodratnya. Siapa yang selama 9 bulan, mampu bertahan untuk mengandung? Dialah wanita.&lt;br /&gt;Terinspirasi dari wanita lahirlah istilah-istilah agung seperti ibu pertiwi, ibu kota, surga di bawah telapak kaki ibu dan lain-lain. Lalu lelaki? Belum ada ungkapan untuk menyatakan kelebihannya secara spesifik.&lt;br /&gt;Terus apa hubungan ungkapan di ujung atas sana dengan tulisan ini? Saya hanya ingin memberikan ilustrasi sedikit terhadap fenomena yang makin menggeliat dari masa ke masa. Bahwa wanita--entah karena diirikan atau karena alasan yang lain-- seringkali dikorbankan dalam banyak aktivitas manusia. Termasuk di dunia bisnis.&lt;br /&gt;Kalau boleh diistilahkan, upaya yang selama ini nampak di berbagai kegiatan pendukung bisnis, baik yang nampak di media cetak maupun elektronik adalah "penindasan" terhadap kaum perempuan. Serem ya? Tergantung kita menyikapi dan mencari solusinya.&lt;br /&gt;Dalam banyak tayangan televisi, seringkali perempuan sekadar dijadikan objek seksual, hidupnya tergantung kepada lelaki, gampang menyerah, tanpa ditonjolkan kelebihan-kelebihannya.&lt;br /&gt;Sebagai pemeran iklan, wanita seringkali lebih dikedepankan sisi sensualitasnya. Dalam iklan mobil, seolah dibangun asumsi bahwa mobil tersebut semulus wanita. Pada iklan rokok, makanan suplemen atau obat-obatan, terbangunlah asosiasi-asosiasi "genit" lainnya.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan iklan produk yang lain? Setali tiga uang efek yang hendak diraih pemasangnya. Meminjam konsep pemikiran Jacques Lacan, efek tampilan iklan pada akhirnya makin menjerumuskan pendapat adanya ketakberdayaan wanita. Wanita itu ada, tapi tiada.&lt;br /&gt;Dalam dunia bisnis, ada yang namanya etika bisnis. Ada juga yang namanya positioning produk dan ada pula yang namanya brand image. Pada kasus wanita dalam bingkai "media promosi dan iklan", tentunya ketiga hal tadi sangat saling mempengaruhi.&lt;br /&gt;Dalam menampilkan citra wanita untuk memberikan gambaran produk yang ditawarkan, sudah tentu butuh trik tersendiri agar apa yang disampaikan benar-benar terwakili oleh penampilan sang wanita.&lt;br /&gt;Pasar mana yang hendak dibidik oleh pengiklan, tentunya juga tercermin dari penampilan model iklannya. Meleset sedikit saja dari perencanaan, bisa jadi produk yang diwakili oleh sang model juga akan menancap salah di benak konsumen. Dan ujung-ujungnya, goal atau tujuan pengiklan tidak akan pernah kesampaian.&lt;br /&gt;Wanita hakikatnya adalah suri teladan kehidupan. Bagaimana memposisikannya dalam rajutan bisnis, adalah cermin kualitas produk dan etika bisnis tersebut secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Tampaknya lebih elok dan bijak jika martabat wanita selalu dijunjung dalam setiap produk iklan. (udah ah)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-1979198638028345160?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/1979198638028345160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=1979198638028345160&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/1979198638028345160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/1979198638028345160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2007/12/sensasi-iklan-di-media-massa-3.html' title='Sensasi Iklan di Media Massa (3)'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1vJXpwsCEI/AAAAAAAAACs/IKDZaiiKXkA/s72-c/Barbie_Girls_MP3_player.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-7908709099810984381</id><published>2007-12-09T02:37:00.001-08:00</published><updated>2008-12-08T23:01:28.859-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BizStyle'/><title type='text'>Sensasi Iklan di Media Massa (2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1vGF5wsCDI/AAAAAAAAACk/wSF-PS7VNPo/s1600-h/My+lovely+Jemima.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141921204280231986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 112px; CURSOR: hand; HEIGHT: 198px" height="182" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1vGF5wsCDI/AAAAAAAAACk/wSF-PS7VNPo/s200/My+lovely+Jemima.jpg" width="112" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mengusik Rasa Kasih Sayang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh:&lt;br /&gt;RHR Dodi Sarjana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;DALAM rangkaian strategi iklan "&lt;em&gt;pester&lt;/em&gt;" (mengganggu), ada "&lt;em&gt;pester the dad&lt;/em&gt;" ataupun "&lt;em&gt;pester the mom&lt;/em&gt;". Banyak kalangan menyatakan strategi ini strategi tradisional. Biarlah, yang pasti yang "kuno" belum tentu jelek.&lt;br /&gt;Pada eranya, dia akan muncul lagi, sepertihalnya yang terjadi di dunia mode. Anda sekalian tentu pernah menemui sebuah iklan yang menampilkan anak yang kesepian ditinggal kedua orangtuanya bekerja.&lt;br /&gt;Si anak digambarkan membeli snack yang ada mainannya, sehinga ia punya "teman". Iklan ini mengangu sang ibu untuk melirik produk yang ditawarkan. Atau pernahkah Anda melihat tayangan iklan Telkom yang memperlihatkan seorang kakek dengan membawa oleh-oleh mainan mengunjungi cucunya?&lt;br /&gt;Sial, sudah kehujanan sang anak tidak dijumpai di rumah. Kenapa tadi tidak telpon dulu, pikir sang kakek. Dengan tayangan itu, pikiran para costumer cukup umur, makin tersadarkan bahwa fungsi telepon penting dan tak tergantikan.&lt;br /&gt;Banyaknya tampilan iklan yang tak berani menjebol pakem atau kebiasaan, menurut hemat saya, bukan disebabkan skill atau IQ pembuatnya. Tapi lebih karena attitude para praktisi periklanan yang selalu menganggap konsumen bodoh.&lt;br /&gt;Tidak mengerti bahasa iklan, mampunya hanya menangkap yang tersurat, bukan mencerna yang tersirat. Nah lhoo... Padahal, awalan yang biasanya membuat konsumen tertarik adalah sensasi iklannya.&lt;br /&gt;Bagaimana? Hhmm.., kalau kebiasaan itu dipertahankan para pengiklan dan marketer mengamininya, bersiap-siap saja produk Anda bakal menjadi &lt;em&gt;gombal amoh&lt;/em&gt; (barang tak berguna), tak dilirik konsumen, dan tak terjual sampai lewat tanggal kedaluwarsanya.(nyambung) &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-7908709099810984381?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/7908709099810984381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=7908709099810984381&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/7908709099810984381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/7908709099810984381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2007/12/sensasi-iklan-di-media-massa-2.html' title='Sensasi Iklan di Media Massa (2)'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1vGF5wsCDI/AAAAAAAAACk/wSF-PS7VNPo/s72-c/My+lovely+Jemima.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8665460262759849897.post-8935228309840317996</id><published>2007-12-09T02:24:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T23:01:28.996-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BizStyle'/><title type='text'>Sensasi Iklan di Media Massa (1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1vDu5wsCCI/AAAAAAAAACc/kVZae1GwSX4/s1600-h/sapi+kartun.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141918610119985186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1vDu5wsCCI/AAAAAAAAACc/kVZae1GwSX4/s200/sapi%2Bkartun.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menggangu Pikiran Konsumen&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh:&lt;br /&gt;RHR Dodi Sarjana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:78%;"&gt;(kartun/via cakjoyo.blogspot)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"SAYANG, hubungan kita sudah berakhir. Kembalilah pada istrimu. Aku kembali ke kota M. Dengarkanlah pesan terakhirku di 446-5614. Sylvia." Itulah bunyi sebuah iklan di surat kabar yang terbit di Florida, Amerika Serikat. Akibat iklan tersebut, banyak orang yang ingin tahu isi pesan yang ditinggalkan Sylvia. Nomor telpon itu pun sibuk terus. Pesannya? Ternyata rekaman iklan dari sebuah perusahaan susu. Itulah iklan menggelitik tentang produk susu, seperti termuat di m3-access.com Telepas dari apakah itu guyonan belaka ataukah bener-bener terjadi, ide iklan di atas cukup brilian. Ciamik kata orang Tionghwa, edan kata orang Jawa. Itulah strategi beriklan dengan metode "pester the thought", mengganggu pikiran "waras" kebanyak orang. Tentu banyak yang bertanya-tanya, iklan pembebasankah itu? Pemberontakan terhadap nalar? Ataukah ia sebuah pelarian dari sifat manusia yang jenuh dengan pola dan irama nalar yang menuntut kesetiaan (baca keajegan)? Tidak...! Bagi saya, gaya iklan tersebut masih berada dalam relnya. Iklan itu justru sedang menyiasati pola hidup manusia yang saat ini berada di ambang pergeseran budaya. Dia berani mengutamakan nalar untuk menangkap alur perubahan yang sedang terjadi, menjinakkan kegilaan dan fantasi dunia bisnis (Bandingkan dengan teori filsafatnya Bochensky yang menyatakan bahwa menjadi manusia, berarti berani mengutamakan nalar. Selebihnya adalah kegilaan, fantasi dan omong kosong.) Award winning ads, iklan cantik paling mutakhir, biasanya mengalami evolusi. Dia melakukan renaissance bentuk dan cara pengucapan yang tak terlacak teorinya di literatur. Dia meninggalkan paradigma lama, bahwa iklan kepanjangan tangan marketer yang hanya cerewet menjajakan keunggulan produk. Iklan dari genre ini boleh dibilang dikemas dengan detil dan tidak disuapkan begitu saja ke benak konsumen. Berselancar di kasus seperti ini, diperlukan terobosan baru dalam menampilkan keunggulan produk. Dan tentunya sangatlah tidak bijaksana jika dalam penawaran produk terlalu overpromise. Lebih baik menampilkan sesuatu yang lain, yang mampu membuat penasaran costumer, sehinga ujung-ujungnya mereka memborong dagangan kita. (nyambung) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8665460262759849897-8935228309840317996?l=alamkesadaran.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/feeds/8935228309840317996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8665460262759849897&amp;postID=8935228309840317996&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/8935228309840317996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8665460262759849897/posts/default/8935228309840317996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alamkesadaran.blogspot.com/2007/12/sensasi-iklan-di-media-massa-1_09.html' title='Sensasi Iklan di Media Massa (1)'/><author><name>rhr dodi sarjana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16703805888344773380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16186640447259008614'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_TBwfWAOGvo8/R1vDu5wsCCI/AAAAAAAAACc/kVZae1GwSX4/s72-c/sapi%2Bkartun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>