Selasa, 18 November 2008

Cabul Temannya Porno




Mencabuli Dunia Pendidikan
Oleh: RHR Dodi Sarjana



Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Guru kencing berlari, murid kencing sambil menari.


COBALAH tengok Kamus Umum Bahasa Indonesia, susunan W.J.S. Poerwadarminta. Buka pada bagian huruf C, lalu cari kata-kata Cabul. Menurut kamus tersebut, Cabul artinya keji dan kotor (spt melanggar kesopanan); perbuatan yang buruk (melanggar kesusilaan); berbuat --, berbuat tidak senonoh (melanggar kesusilaan); gambar (bacaan) --, gambar (bacaan) yg melanggar kesusilaan; perempuan --, perempuan lacur:
Selesai!? Sekarang giliran buka Kamus Inggris Indonesia bikinan John M. Echols dan Hassan Shadily. Pada huruf P, carilah kata-kata Pornography kb. 1. kecabulan. 2 porno, gambar/bacaan cabul.
Dua kata tersebut, akhir-akhir ini begitu sering dipergunakan dalam kosa-kata di media. Tentu yang pertama menyangkut disahkannya RUU Antipornografi dan Pornoaksi. Dan yang kedua, ini sangat memprihatinkan kita, seringnya kedua kata tersebut muncul dalam pembicaraan, karena akhir-akhir ini ternyata lagi marak aksi porno dan pencabulan.
Masyaallah! Aksi porno dan pencabulan yang tengah santer jadi pembicaraan orang beberapa hari terakhir ini, ternyata menyangkut sosok guru yang seharusnya digugu dan ditiru (dipatuhi dan dicontoh).
Si guru Erwin Ronaldo, di Tapanuli Tengah Sumatera Utara (Sumut), melakukan dosanya di depan murid-muridnya. Entah setan apa yang sedang merasuki otak Erwin, dengan teganya memaksa dua siswinya melakukan oral seks, di depan kelas.
Aksi guru sebuah sekolah di Riau, seolah melengkapi aksi buruk rekannya dari Sumut dalam mengikis nama baik guru di mata masyarakat kita. Bersama rekan-rekan "sepermainannya", dia melakukan aksi preman asmara terhadap pasangan muda-mudi yang tengah memadu kasih.
Mereka mengintip pasangan yang sedang berpacaran, lalu mengintimidasinya, menelanjangi mereka dan akhirnya memeras meminta uang. Ancamannya, jika mereka tidak memberikan uang, maka foto bugil pasangan tersebut akan disebarluaskan.
Duh...dunia nampaknya memang sedang dilanda sakit...!?
Erwin yang seharusnya memberikan teladan baik kepada siswanya, justru memberikan contoh bejat. Lalu, apa jadinya dengan peribahasa "guru kencing berdiri, murid kencing berlari"? Akankah semakin terealisasi? Kita bisa membayangkan betapa mengerikann akibat buruknya nanti.
Bayangan mengerikan akan kondisi bangsa ini pun makin mengental. Upaya pembatasan meluasnya aksi porno dengan menelorkan undang-undang antiporno sertinya hanya akan menembus ruang kosong belaka.
Pencabulan dan porno yang kelahirannya seumur dengan keberadaan manusia di bumi ini, bak penyakit menular yang tak gampang dibasmi. Ibarat menangani penyakit, keberadaan undang- undang anticabul dan porno, hanyalah mengobati saja. Bukan melakukan pencegahan sejak dini.
Memerangi pencabulan dan aksi porno akan sukses jika bertamengkan isu moral dan bersenjatakan budi pekerti. Dengan menanamkan budi pekerti sejak dini, baik lewat sekolah dasar maupun keluarga, penularan pencabulan dan porno aksi akan bisa dikikis.
Dua perilaku oknum guru di atas, sudah cukup membuktikan dan memberi gambaran betapa bangsa ini tengah menghadapi krisis kehidupan. Jika relung pendidikan sudah tercemari virus seperti itu, bagaimana dengan output yang dihasilkannya?
Sungguh kita membutuhkan guru yang bisa membimbing kita memahami secara utuh konteks kehidupan, baik lewat keberagaman kultur, etnis, dan agama. Kita merindukan sosok yang bisa merajut kembali nilai-nilai kesopanan dan budi pekerti yang berperikemanusiaan.
Ayo guru bangsa yang berada di dunia pendidikan, guru bangsa yang ada di dunia politik, di pemerintahan, dan di mana saja, kamu bisa memberi contoh yang lebih baik. Yes...you can!!

Pangeling-eling:
Cabul = Cacat Budi Luhur
Porno = Pikiran Orang Norak
(foto ilustrasi diambil dari situs di internet)

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Ya gitu deh, itu satu contoh krusial mental ala Dr.Jekyll and Mr.Hyde

kunthobimo mengatakan...

Dunia makin kolaps bo!
Yang waras jadi edan, tang edan makin gak karu-karuan. Alamak...dunia mau kiamat