Selasa, 10 November 2015

OMA/EYANG/SIMBAH/NENEK


Itulah sebutan untuk ibu kita, ketika kita sudah omah-omah atau berumahtangga dan punya anak. Ibu adalah orangtua kita. Dia istrinya ayah kita, papa kita, atau apa pun sebutan lainnnya buat bapak kita.
Sebagai oma, nenek, eyang, dan lain-lain, kehadiran ibu kita tentu teramat penting buat anak-anak kita. Tanpa mereka, tentu anak-anak kita tidak akan hadir di dunia ini, karena tanpa mereka kita pun juga pasti tidak ada.
Simbah atau nenek, seringkali memberikan ketenteraman dan kedamaian tersendiri bagi anak-anak kita. Kehadiran eyang seringkali menjadi pengayom alternatif, manakala anak-anak butuh tempat mengadu yang lain. Tema mengadu menjadi lebih luas ketimbang saat-saat mengadu kepada kita. Bahkan kita pun tak jarang jadi tema aduan anak-anak.
Ungkapan kasih sayang oma atau eyang kepada cucunya, di banyak hal, biasanya lebih besar dibandingkan rasa sayang ibu kepada anaknya. Oma lebih memanja, sedang ibu banyak cerewet atau marahnya.
Bahayanya, kemanjaan yang diberikan seorang nenek, kerapkali membuat anak menjadi "lebih" nakal. Susah diatur, semau gue, sehingga makin membuat bawel sang ibu.
Bagi kita, nenek anak-anak kita adalah inspirasi. Dialah simbol perjuangan hidup, simbol kesabaran dan cinta. Sampai-sampai disebutkan dalam petuah-petuah, di bawah telapak kaki nenek anak-anak kita, di sanalah letaknya surga.
Mau mencicipi surga? Menikmati nikmatnya surga? Bagi yang masih didampingi nenek atau eyangnya anak-anak, mari kita curahkan kasih sayang dan perhatian kita kepada mereka.
Sembilan bulan mereka bergulat melawan "bahaya" mengandung kita, lalu seumur hidupnya mereka berikan perhatin kepada kita. Bahkan kepada cucu-cucu atau anak kita pun, nenek tak henti mencurahkan cintanya.
Kini, sudah saatnya nenek, oma, eyang, dll......menikmati hidup dan menerima perhatian serta cinta kita semua. Selamat hari nenek sedunia (eh, ada nggak ya?) ****

PEDAS

Sarapan pagi ini aku kepedasan. Pating crekit di mulut. Huweh..huweh, mulut terbuka sedikit, udara kusedot cepat-cepat, deras, lalu buru-buru kulepaskan. Sedikit terasa isis. Lumayan mengurangi rasa panas.
Adonan cabe dengan bawang putih dan garam sangat menggodaku. Warnanya merah, tidak lembut, bahkan cabikan cabe marahnya masih terlihat. Selebar satu sentimeter, menjadi daya tarik tersendiri.
Tak perlu beraneka ragam lauk untuk menemani nasi putih, pagi ini. Cukup tempe, plus ikan asin. Itu sudah cukup membuat keringat bagai rintik hujan membasahi kening.
Makanan boleh bercabe dan membuat seluruh rongga mulut pedas. Tapi dalam berkata-kata, kata bapakku, jangan sampai terasa pedas bagi orang yang mendengarnya.
Kalau ngomong yang santun, jangan menusuk hati orang lain, apa pun tema omongannya. Lagi marah pun juga berkatalah dengan pilihan kata yang biasa. Focus pada kemarahan, dan tidak mengumbar nama-nama hewan.
Dengan demikian, semoga orang lain bisa menerima dan tahu arah kemarahan kita. "Korban" omongan kita semoga juga tidak dendam karena kita tidak menyamakannya dengan hewan-hewan yang ada.
Dulu, sebuah iklan rokok pernah berbunyi " mulutmu harimaumu" (kenapa kok ngak mulutmu p
enyumbang kabut asap ya?). Maksudnya, kita disuruh berhati-hati dalam berkata-kata. Karena kata-kata yang kita keluarkan pada waktu itu, seringkali justru menyeret kita pada persoalan hukum. Banyak contohnya deh.
Huweh.....Huweh......Jang****k, kamp****"ret, as**u, pedesnya kok nggak ilang-ilang ya!!!????
Eh, eh, sori, kenapa harus kujadikan hewan-hewan itu kambing hitam kepedasanku? Sori ya wan, hewan. Hidup memang terkadang pedas. ****

DARI NOL, YA PAK...

Dodi Sarjana mikir mikir sambil ditemani kopi secangkir
Dodi Sarjana
Write a comment...

News Feed



Kalimat itu, kerap kudengar setiap kali hendak mengisi BBM di beberapa SPBU atau Pom Bensin. Tidak laki, tidak perempuan, petugas pengisian selalu mengatakannya ketika hendak memasukkan selang ke mulut tangki kendaraan.
Dalam perkembangannya, saking banyaknya perempuan yang bertugas atau bekerja di SPBU, banyak lajang berseloroh ketika hendak mencari jodoh. Kata mereka, "Kalau mau mencari istri pakailah falsafah pegawai pom bensin deh. Mereka siap fight dan mau diajak membangun rumahtangga dari ketiadaan. Mereka sudah sangat terbiasa dengan kata2, mulai dari nol ya Pak?"
Biasanya, kalimat sapaan itu mengalir begitu saja di telingaku. Tapi pagi ini, aku sedikit kepikiran lagi, saat isi bensin di sebuah Pom Bensin di tengah kota.
Mengawali perjalanan hidup, di pagi hari, sebaiknya memang dari nol. "Ibarat minuman, kosongkan gelas kita di pagi hari agar bisa menampung kembali berbagai minuman yang bakal tersuguh seharian nanti.
Tidak perlu merasa sudah pandai, sudah ahli, sehingga tak mau mendengarkan masukan dari orang-orang yang bakal kita jumpai hari ini. Kesombongan hanya akan membuat kita takabur, dan membuka lubang jebakan bagi perjalanan kita sendiri dalam kisah sehari-hari.
Hidup betul-betul dari nol, hari-hari dilakoni Pak Suparto, pemulung yang biasa kujumpai di pinggir jalan. Jangankan uang saku sisa belanja istrinya, sedikit minuman atau makanan penganjal perut pun dia tiada bawa.
Nanti menjelang siang dia baru bisa isi perut kalo sudah mampir kara-kara untuk menjual sebagian hasil pulunggannya. Tapi anehnya itu lo, saban jumpa, selalu saja senyumnya mengembang. Terlihat bahagia, tanpa beban, dan terasa ada rasa syukur di dalamnya.
Meraih kebahagiaan ternyata sebenarnya memang tidak mahal. Kosongkan ego, bersyukur, berserah, dan murah senyum. Soal kantong, nanti ada rezekinya sendiri. Percayalah.
" Sudah selesai Pak ngisinya. Terimakasih, sampai jumpa lagi. Hati-hati di jalan," kata wanita petugas SPBU kepadaku. Sementara lamat-lamat di sebelahnya k
udengar, "Mulai dari nol ya Pak?" *****



Kado dari Bapak


Namaku Kuntho, tapi orang-orang dekatku memanggilku Saha. Entah apa artinya nama panggilan itu, namun yang pasti aku suka-suka saja mendengarnya.
Jarum jam belum lagi menunjukkan angka setengah lima ketika aku mendadak terbangun. Keningku terasa hangat. Aneh, batinku dengan mata masih terpejam. Sejurus kemudian, seperti ada hembusan angin di ujung-ujung rambutku.
Ketika kupencet knop lampu, tak kutemukan apa-apa di depanku. Di samping kanan dan kiri, juga tak kulihat siapa-siapa. Perlahan aku kembali ke tempat tidur lalu kubaringkan badanku lagi. Belum semenit kupejamkan mata, keningku terasa hangat lagi.
Lagi-lagi aneh, mendadak dalam diam dan pejaman mata, kurasakan bapakku mencium keningku. Semakin aku diam dan merapatkan mata, ciuman bapakku terasa makin hangat dan kuat.
Bapak, benar kamukah itu? Bukan kah kamu sedang tidak di sini? Kapan Bapak datang? Tanyaku dalam hati bertubi-tubi, sementara pagi semakin sunyi.
Entah datangnya suara dalam hati ini dari mana. Lembut kudengar, "Selamat ya nak, kamu bertambah dewasa. Tumbuhlah kuat dan besar serta teguh dalam imanmu..... Jangan khawatir aku akan selalu di dekatmu."
Aku tak mampu berkata-kata. Hanya diam, sementara gantian mataku yang terasa hangat oleh buliran airmata. Bapakku datang di hari istimewaku. Memang bukan fisiknya, tapi spiritnya kurasakan begitu lekat.
Aku tahu cinta itu tak akan pernah berhenti, habis, atau hilang dibawa jarak. Aku yakin cinta itu justru terus bertumbuh dalam keabadian.
Ketika aku hendak mencoba melingkarkan tangan di leher bapakku, tiba-tiba badanku terangkat dari kasur. Sepasang tangan yang mulai keriput membopongku, lalu mengayunkanku dalam buaian pagi.
Dadaku membuncah. Senyumku sambung-menyambung. Pipiku belepotan air mata dan sisa air liur tadi malam.....****

Jumat, 24 Oktober 2014

Zone Merah Pelecehan Seksual Anak-anak




DI TENGAH menghangatnya kasus tertangkap tangannya Gubernur Riau oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), realitas lain yang cukup memprihatinkan bagi warga Riau, perlu mendapat perhatian serius pula. Kita barangkali tidak pernah menyangka bahwa Provinsi ini, ternyata masuk dalam zona merah kekerasan seksual terhadap anak. Berada di posisi teratas.
Sekitar dua bulan lalu, dari Kabupaten Siak terbongkar kasus mutilasi terhadap anak-anak yang dilakukan oleh “satu” keluarga; suami - istri - dan saudara. Sebelum dibunuh, korban terlebih dahulu diperkosa, disodomi, dan dipotong alat kelaminnya. korban tidak hanya satu, tapi lebih dari lima orang.
Sementara dalam satu semester tahun 2014, data yang dirilis Mabes Polri terkait kekerasan seksual terhadap anak, menempatkan Riau pada peringkat teratas di Indonesia. Kondisi tersebut menyebabkan Riau sudah berada di zona merah darurat kekerasan seksual terhadap anak.
Sebagai posisi puncak, menurut Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Agus Rianto, sepanjang semester ini, di Riau terdapat 64 kasus kekerasan terhadap anak. Disusul Provinsi Kalimantan Selatan dengan 13 kasus, Yogyakarta 7 kasus, Jawa Timur: 2 kasus, Jakarta dan Jawa Barat masing-masing 1 kasus.
Sementara data dari Polda Riau, seperti dikemukakan Reskrimsus Polda Riau Kombes Pol Arif Rahman Jakim, dari Januari sampai Mei 2014, Polda Riau telah menerima laporan 114 kasus kekerasan seksual terhadap anak dengan korban mencapai 117 orang.
Kasus-kasus yang terjadi di Riau, diantaranya terjadi di Pekanbaru: 26 kasus, Kampar: 20 kasus, Dumai: 12 kasus, Rokan Hilir: 12 kasus, Indragiri Hilir: 8 kasus, dan Indragiri Hulu: 7 kasus
Sementara menurut catatan Haria Tribun Pekanbaru, sepanjang Mei 2014, terjadi tiga kasus tindak kekerasan seksual terhadap anak. Dari kasus ini.  yang menonjol adalah kasus enam bocah di wilayah  Tampan Pekanbaru, yang menjadi korban tindak kekerasan tiga kakak beradik.Ironisnya, satu pelaku masih berusia 9 tahun.
Selain itu, fakta mengejutkan disampaikan psikolog dari Putik Psychology Center Elia Wardani, awal Mei lalu. Dalam dua bulan terakhir, lembaga itu menangani enam kasus pelecehan seksual. Yang lebih mengerikan, korbannya berusia antara 2,5 hingga 8 tahun.
Menurut Elia, kasus ini semakin memprihatinkan ketika ada anak perempuan korban pemerkosaan yang justru disembunyikan orangtuanya. “Saat saya tanya, mengapa tidak melapor ke polisi, si ayah korban bilang ia segan, karena pelakunya teman dia sendiri,” ujar Elia.
Bentuk pelecehan seksual terhadap anak-anak bermacam-macam. Bisa berupa menampilkan pornografi untuk anak, melakukan hubungan seksual terhadap anak-anak, kontak fisik dengan alat kelamin anak (kecuali dalam konteks non-seksual tertentu seperti pemeriksaan medis), melihat alat kelamin anak tanpa kontak fisik, atau menggunakan anak untuk memproduksi pornografi anak.
Pelecehan seksual pada anak, apa pun bentuknya, harus kita lawan dan hentikan. Karena dampak pelcehan seksual pada anak cukup mengkhawatirkan, diantaranya membuat korban mengalami depresi, gangguan stres pascatrauma, kegelisahan, kecenderungan untuk menjadi korban lebih lanjut pada masa dewasa, dan cedera fisik.
Di Amerika Utara, sekitar 15% sampai 25% wanita dan 5% sampai 15% pria yang mengalami pelecehan seksual saat mereka masih anak-anak. Sebagian besar pelaku pelecahan seksual adalah orang yang dikenal oleh korban mereka; sekitar 30% adalah keluarga dari korban, 60% adalah kenalan lainnya seperti ‘teman’ dari keluarga, pengasuh, atau tetangga.
Asosiasi Psikiater Amerika menyatakan bahwa “anak-anak tidak bisa menyetujui aktivitas seksual dengan orang dewasa”, dan mengutuk tindakan seperti itu oleh orang dewasa: Oleh karena itu, memaksakan aktivitas seksual terhadap anak-anak adalah tindak pidana dan tidak bermoral yang sampai kapan pun tidak pernah bisa dianggap normal.
Atas kondisi yang ada, kita semua tidak bisa tinggal diam. Kita harus bersatu dan sungguh-sungguh melawan aksi kekerasan seksual pada anak-anak. Anak-anak adalah penerus kita. Anak-anak adalah masa depan kita, mereka harus kita selamatkan dan kita antarkan menjadi generasi tangguh yang mandiri.****

Tags:


Kamis, 23 Oktober 2014

Salut, Prabowo Minta Maaf Bukan Minta Jatah Menteri


SIKAP simpatik, lagi-lagi ditunjukkan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Prabowo yang saat Pilpres berpasangan dengan Hatta Radjasa, secara resmi menyampaikan permintaan maafnya kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Permintaan maaf itu disampaikan Prabowo dalam pertemuannya dengan Kalla di Istana Wakil Presiden Jakarta, Selasa (21/10/2014). Prabowo menyatakan rasa terimakasihnya karena diterima pada hari pertama jadi wakil presiden.
“Ini kehormatan besar saya, saya yunior, Beliau saya anggap senior saya, sesepuh saya. Jadi, ini kehormatan besar. Secara resmi juga saya minta maaf,” kata Prabowo kepada media seusai pertemuan.
Sebelum acara pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Prabowo juga telah mendatangi Joko Widodo (Jokowi) untuk menyatakan dukungannya dan siap memberikan masukan-masukan manakala pemerintahan Jokowi melenceng.
Dalam kunjungan kepada Jusuf Kalla, Prabowo menyebutkan permintaan maaf terkait kesalahan saat masa kampanye lalu. Menurut Prabowo, jika dalam politik bicara keras, hati sebenarnya tetap bersatu. Pernyataan keras dalam berpolitik, sebenarnya memiliki tujuan yang sama dengan Jokowi-Kalla, yakni menjaga keutuhan bangsa dan menjadikan Indonesia sejahtera.
Langkah yang ditempuh Prabowo sangat menyejukkan hati kita semua. Kondisi tersebut memberikan dorongan kuat kepada kita untuk senantiasa bersikap dewasa dalam berpolitik Kalah menang dalam perebutan kursi adalah hal yang biasa dalam pesta demokrasi.
Karena yang paling utama dalam berpolitik adalah upaya gotong-royong, bahu-membahu dalam membangun bangsa dan negara. Kepentingan pribadi dan kelompok hendaknya disingkirkan dahulu demi kepentingan bersama, yakni persatuan Indonesia dalam merengkuh kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
Langkah kenegarawanan Prabowo mendapat apresiasi dari Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin. Dia menyatakan bisa merasakan para pendukung Prabowo merinding semua. Mereka bangga kepada pemimpin yang dipilih pada Pilpres lalu.
Irman mengatakan, setelah presiden dan wakil presiden resmi dilantik, menjadi tugas Koalisi Merah Putih untuk benar-benar mengimplementasikan diri sebagai penyeimbang. Program yang baik didukung. Sebaliknya, yang merugikan bangsa dan negara wajib dikritik.
Sebaliknya, Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, kata Irman, tidak perlu khawatir dan resah dengan kekuatan penyeimbang ini. Koalisi penyeimbang, kata Irman, justru menjadi sangat baik untuk roda pemerintahan Jokowi.
Dianalogikan, justru yang berbahaya adalah teman tidur, tiap malam meninabobokan. Seperti halnya dalam pemerintahan SBY, yang melemahkan bukan oposisi PDIP, tapi justru koalisi SBY sendiri.
Pemerintahan mendatang akan menjadi lebih dinamis lagi, manakala Prabowo dan partainya benar-benar menjadi pengawas pemerintahan Jokowi. Seperti diakui Prabowo, dia  tidak membicarakan masalah susunan kabinet dengan Kalla dalam pertemuan sore kemarin.
Prabowo mengatakan tidak ada lobi-lobi politik pada pertemuannya ini. Apalagi untuk meminta jatah menteri di kabinet Jokowi-JK. “Masa semuanya masuk kabinet, yang mengawasi siapa? Harus ada yang eksekutif, ada yang legislatif,” kata Prabowo.
Dalam pertemuan itu Prabowo juga menyampaikan komitmen pribadinya maupun Partai Gerindra terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Dia meminta semua pihak agar memberi kesempatan pemerintahan Jokowi-JK untuk bekerja. Namun, partainya dan Koalisi Merah Putih tak segan-segan mengkritisi pemerintahan jika menyimpang dalam melaksanakan tugasnya. ****

Pak Jokowi, Politik dan Uang Tak Terpisahkan Lo!!


SETIAP pergantian presiden baru – bukan presiden lama terpilih/menjabat lagi – selalu terjadi penumpukan harapan baru. Selalu terjadi respon dan perubahan baru dalam kehidupan kita semua.
Presiden Joko Widodo atau biasa dipanggil Jokowi, memberikan harapan baru bagi kita semua. Perilaku dan cara kerja yang ditunjukkanya saat menjadi Walikota Solo dan terakhir menjadi Gubernur DKI Jakarta, memercikkan impian baru tentang kesejahteraan bangsa ini.
Jokowi, selama ini dikenal sederhana. Tidak neko-neko. Merakyat, bahkan sangat merakyat.. Segala sesuatunya selalu diupayakannya transparan. Terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Janjinya untuk tidak slintutan, menyembuyikan sesuatu dari rakyatnya, patut kita apresiasi.
Upayanya “menyeleksi” calon menterinya dengan melibatkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menunjukkan tekadnya agar gerbong pemerintahannya tidak diboncengi para petualangan yang ingin selintutan. Mencuri uang dari rakyatnya sendiri.
Oleh karena itu – mengutip pendapat Lukas Setia Atmaja, Pengajar Prasetiya Mulya Business School –  sikap dan cara bekerja Jokowi yang sering berbeda dari presiden-presiden terdahulu diperkirakan bisa membawa perubahan positif. Investor mengharapkan bahwa kabinet Jokowi terdiri dari menteri yang mampu bekerja keras, merakyat, bersih dan profesional.
Kekuatan Jokowi, selain merakyat adalah reputasinya yang bersih dari korupsi sehingga investor berharap pemerintahan baru bisa memiliki good government governance.  Dengan demikian anggaran bisa digunakan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.
Setuju!!!
Momentum Jokowi yang mantan tukang mebel menjadi Presiden harus bisa kita manfaatkan untuk berubah total. Momentum Jokowi harus menjadi perubahan nyata, bukan hanya perubahan sesaat dengan harapan-harapan sesaat pula.
Realita bahwa usai pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi presiden dan wakil presiden, investor membanjiri pasar obligasi, perlu dijaga untuk tidak sekadar menjadi euforia, seperti saat pelantikan presiden-presiden yang lain.
Membangun suasana kondusif agar investor selalu tertarik berinvestasi ke Indonesia adalah yang lebih utama dibanding membangun pencitraan diri semata.
Diberitakan tribunnews.com, Senin (20/10), Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) mencatat Indonesia Government Bond (IGB) Clean Price Index ditutup menguat 0,66 menjadi 112. IGB Total Return Index bahkan menguat 1,12 menjadi 186,75.
Analis obligasi Millenium Danatama Indonesia Desmon Silitonga mengatakan, tingginya minat investor pada pasar obligasi murni akibat euforia pelantikan presiden dan wakil presiden baru. Sejak awal Oktober, ada tren investor asing mulai menarik dana mereka dari pasar obligasi domestik akibat kegaduhan politik.
Sementara catatan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) pada periode akhir September hingga pekan lalu, investor asing menarik dana sebesar Rp 3,23 triliun. Momentum pelantikan presiden menjadi kesempatan bagi investor untuk kembali masuk ke pasar obligasi.
So, realita menunjukkan politik dan uang (perekonomian) memang tak terpisahkan. Namun semoga saja Jokowi beserta kabinetnya bisa mengawal keharmonisan politik agar situasi perekonomian bangsa ini stabil, meningkat, dan pada gilirannya mengangkat derajat kesejahteraan kita semua.
Selain berdoa demi kesejahteraan bangsa, mari kita ikut mengawal perubahan ini agar tidak mati suri sebelum berkembang. Mari kita kawal pemerintahan Jokowi. Yang oke kita dorong, yang tidak oke kita kritisi. ****

Senin, 06 Januari 2014

MABUK PAGI-PAGI

Cer-peli (cerita pendek sekali)


PAGI ini aku mabuk anggur. Tak cukup satu sloki kuteguk, yang kata banyak orang, justru baik untuk kesehatan. Pagi ini, sebanyak tiga cangkir kopi, kureguk manisnya anggur cap Gancia (Grand Reale).

Anggur produksi Itali itu oleh-oleh sahabatku yang baru saja pulang dari negeri 'Mafioso'. "Jangan minum banyak2. Satu sloki aja kalau hendak tidur. Biar anget dan bisa tidur pulas. Istrimu kalau lagi hamil dan anak abg-mu jangan kau ajak minum ya," pesannya.

Satu nasehatnya kulanggar. Aku tak pernah minum malam. Pulang kantor, badan loyo dan ngantuk, mengalahkan keinginan untuk menikmati anggur. Beberapa kali aku justru meminumnya di pagi hari. Sensasi anggur di mulut membuat cleng!!!! Bergairah. Gairah pagi.

Sementara dua nasehat lainnya juga tak pernah kulakukan, apalagi kulanggar. Istriku tak lagi hamil dan dia tak pernah tahu aku sembunyikan anggur. Demikian pula anakku juga tak tahu, bapaknya menyimpan anggur olahan pabrik yang berdiri sejak1850. Aku diam2 saja, mencoba mengaplikasikan teori ego.

.....ideale per accompagnare tutti i tipi di desert. Pagi ini terasa istimewa. Habis sarapan 'minimalis', indomie goreng rasa iga bakar, aku berkendak membuat penyeimbangan. Makan boleh biasa tapi minumnya harus luar biasa.

Dan efeknya memang sungguh luar biasa pula. Bukan gairah dan semangat yang didapat, tapi halusinasi yang menyergap.

Mendadak aku bagai melayang. Lalu tiba2 menjadi penguasa di negeri sendiri. Tapi aku sedih. Karena kulihat banyak rakyatku yang susah.

Aku jadi heran sendiri. Mengapa ternyata rakyatku banyak yang melarat. Sudah sesiang ini, mereka mengaku belum makan. Bahkan sejak beberapa hari lalu, katanya kesulitan makanan.

"Kenapa sampai demikian," tanyaku berwibawa.

"Kami belum masak pak. Gas habis. Sementara kayu bakar tak ada yang jual lagi. Sudah habis di-ilegal logging," sahut mereka.

"Lho gas kan masih buanyak. Sampai tujuh turunan pun belum akan habis," semburku.

"Tapi betul Pak. Kios2 banyak yang tak jual. Kalaupun ada, kami sudah tak mampu beli," kata mereka lagi.

Aku terheran2, sebelum akhirnya bahuku terguncang-guncang. Tidak tahu mengapa, semenjak jadi penguasa aku kok cengeng banget. Gampang terharu dan menangis melihat penderitaan rakyat. Lagi demam pencitraan kah daku? Embuh ah.

"Pak....pak...pak," Budi, calon pengantin baru yang selama ini menjadi asistenku tiba2 menepuk-nepuk tanganku.

Aku tergagap bangun. Badanku bermandi keringat. "Bud, masakan air. Aku pengin mandi air hangat untuk usir pusing ini," kataku.

"Tapi pak, gas kita abis. Gak bisa didihkan air kita, Pak. Tadi di warung tinggal satu tabung. Harganya sudah 170 rebu. Itu pun kali sudah diambil orang, Pak. Kemarin sih Bapak cuma kasih 80 rebu," kata Budi.

Aku raba saku celana. Ada 50 rebu tersisa di sana. Ahhhhh....masih tetap kurang untuk beli gas. *****

PANTUN ROKOK DAN BIR



Sebatang rokok terselip di bibir
Duduk merenung penuh rasa khawatir
Maksud hati hendak berpikir
Apalah daya ide tak jua mengalir

Kalaulah galau jangan tiru orang pandir
Cari pelampiasan dengan menegak bir
Saat minum hidungnya sampai nyengir
Ketika mabuk risau tetap tak terusir

Rokok dan bir hanyalah barang mubazir
Tiada guna membuat hidup makin getir
Lebih baik mari perbanyak zikir
Jiwa tenang hingga hidup berakhir